Yonif Raider 514 Kostrad Menembak Senjata Kelompok Mortir

Danyonif Raider 514 Kostrad Letkol Inf Nopid Arif mengatakan, bahwa selain menjadi tolok ukur dan pedoman untuk meningkatkan hasil latihan menembak Mortir, latihan ini juga untuk mengetahui kondisi senjata dan juga diharapkan kemampuan prajurit dapat terpelihara.

Bondowoso, Jawa Timur, Militer.or.id   –   Satuan Yonif Raider 514 Kostrad melaksanakan kegiatan program latihan menembak Senjata Kelompok Lintas Lengkung, pada Selasa 3-12-2018 bertempat di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Kab. Lumajang Jawa Timur.

HARUS BACA :  Operasi Bomber B-1B Lancer, Pesan AS untuk Korea Utara

Kegiatan ini merupakan latihan program yang dilaksanakan di penghujung triwulan IV. Letkol Inf Nopid Arif selaku Komandan Batalyon Yonif Raider 514 Kostrad memimpin langsung kegiatan tersebut dengan diikuti oleh 90 orang prajurit yang memiliki indek senjata kelompok lintas lengkung (Mortir).

HARUS BACA :  Lantamal IX Dukung Angkut Logistik TNI ke Suku Mausu Ane – Militer.or.id

‘’Selain menjadi tolok ukur dan pedoman untuk meningkatkan hasil latihan menembak, pelaksanaan latihan ini juga untuk mengetahui kondisi senjata itu sendiri dan juga diharapkan kemampuan prajurit itu sendiri dapat terpelihara” ujar Danyonif Raider 514 Kostrad Letkol Inf Nopid Arif.

HARUS BACA :  AS Kirim 14 Unit F-22 ke Pangkalan Udara Kadena

“Untuk mahir dalam menembak senjata kelompok lintas lengkung diperlukan latihan secara bertahap, bertingkat, berlanjut  dan berkesinambungan secara terus menerus dengan diawali dari pelaksanaan driil kering di satuan”, jelas Lettu Inf Agung selaku Pasiops Yonif Raider 514 Kostrad. (Penkostrad)

HARUS BACA :  Beechcraft 390 Premier I: Pesawat Jet VIP Puspenerbad TNI AD

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here