F-35 Tidak Dianjurkan Dogfight Jarak Dekat dengan Su-35

Su-35. (Wikimedia commons)

Pesawat tempur siluman F-35 harus menghindari terlibat dalam pertarungan jarak dekat dengan Su-35 Rusia, rilis Sputnik Rusia.

Meskipun analisa yang tidak fair, karena membandingkan pesawat tempur miliknya dengan pesawat tempur AS, namun di suatu peperangan udara modern dan di bawah serangan jamming yang ketat, sangat mungkin fitur siluman F-35 akan berkurang.

Lalu siapa yang akan menjadi pemenang andai 4 pesawat siluman F-35 menghadapi 4 Su-35 dalam suatu pertarungan udara? Sangat mungkin F-35 akan membutuhkan dukungan udara dari F-22 Raptor dan F-15C untuk menghadapi Su-35.

HARUS BACA :  Rusia Tunda Pengembangan Peluru Pintar

Su-35 adalah fighter versi termutakhir dari Su-27 Flanker dan bukan pesawat tempur generasi ke-5, namun, semua yang ada di pesawat tempur Rusia masih baru, seperti mesin, senjata terbaru, sistem elektronik, dan mampu melesat hingga kecepatan Mach 2.25. Sedangkan F-35 hanya mampu menggenjot kecepatan maksimum dengan full afterburner Mach 1.6.

Berbeda dengan F-22 yang memiliki kecepatan tinggi dan manuver yang lincah, F-35 jika terdeteksi oleh musuh maka mungkin akan menghadapi kesulitan apabila melakukan dogfight.

HARUS BACA :  Pindad Targetkan Produksi 100 Tank Medium di 2018

F-35 tidak memiliki fleksibilitas atau kelincahan seperti F-16, F-15 atau F-18, dan membawa rudal yang lebih sedikit dibandingkan F-22.

Minus kelincahan, kecepatan dan fleksibilitas, hasilnya adalah jika dipaksa melakukan dogfight, pilot F-35 akan menghadapi masalah nyata. Artinya, pilot F-35 harus menghindari pertarungan udara jarak dekat semaksimal mungkin

Bila dianalisa,  hanya konfigurasi siluman yang membuat F-35 memiliki keunggulan, sedangkan di saat yang sama China dan Rusia terus meningkatkan teknologi untuk membangun dan menghadapi pesawat siluman.

HARUS BACA :  Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Sambut Tour De Moluccas

 

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here