TAI Tunggu Izin Ekspor Helikopter Serang ATAK

Helikopter serang T-129 ATAK dilengkapi rudal anti tank jarak jauh UMTAS © Milborne One via Wikimedia Commons modified by Militer.or.id

Militer.or.id – Raksasa pertahanan Turkish Aerospace Industries (TAI) sudah mengajukan izin untuk mengekspor 30 helikopter T129 Advanced Attack and Tactical Reconnaissance (ATAK) ke Pakistan, dan perusahaan berharap untuk mendapat lisensi dalam waktu singkat, menurut Kepala Humas TAI Tamer Özmen seperti dilansir dari laman Daily Sabah.

Dia menekankan bahwa rumor tentang pengiriman ke Pakistan akan tertunda karena masalah lisensi ekspor tidak benar dan bahwa program ini masih terus berjalan.

HARUS BACA :  Evaluasi Kendaraan BTR-4M Korps Marinir

Menyentuh proyek helikopter serang ATAK selama presentasi dalam sebuah acara di Ankara, Özmen mengatakan bahwa produksi ATAK, helikopter serang paling efisien di kelasnya, sedang melangkah maju, mengatakan bahwa helikopter berhasil beroperasi dalam lingkup Komando Pasukan Darat dan Komando Umum Gendarmerie.

Sebuah kontrak telah ditandatangani antara TAI dan Departemen Produksi Pertahanan Pakistan untuk mengekspor 30 unit helikopter ATAK pada bulan Juli. Selain perjanjian penjualan yang disebutkan di atas ini, TAI telah mengambil tanggung jawab yang luas dalam hal logistik, suku cadang, pelatihan dan amunisi.

Helikopter serang T-129 ATAK buatan Turkish Aerospace Industries (TAI) © wiltshirespotter via Wikimedia Commons

Sementara itu, kontrak yang ditandatangani antara kedua negara menandai ekspor industri pertahanan terbesar yang diwujudkan dalam sejarah Turki. Helikopter serang T129 ATAK adalah helikopter generasi baru, berkursi tandem, dan bermesin ganda yang dirancang khusus untuk melakukan serangan dan pengintaian.

HARUS BACA :  Menlu Turki: Pembelian S-400 Rusia Tidak Bisa Dibatalkan
HARUS BACA :  India Batal Membeli 12 Kapal Penyapu Ranjau Korea Selatan

Dikembangkan berbasis AgustaWestland A129CBT yang terbukti dalam pertempuran, helikopter baru ini menggabungkan filosofi sistem baru dengan mesin baru, avionik baru, sistem penglihatan dan senjata, modifikasi airframe, drive train yang diperbarui, dan rotor ekor baru. Unit daya termasuk Light Helicopter Turbine Engine Company (LHTEC) CTS800-4A yang dikembangkan oleh Rolls-Royce dan Honeywell.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetya
Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

HARUS BACA :  Singapore and Indonesia Conclude "Elang Indopura 2016" Bilateral Air Exercise

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Menlu Turki: Pembelian S-400 Rusia Tidak Bisa Dibatalkan

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here