Negara Terkecil di Eropa dengan F-16 Tercanggih di Dunia

F-16V/Lockheed Martin

Salah satu negara terkecil di Eropa, Slovakia, dijadwalkan akan menjadi negara terakhir yang membeli F-16 Fighting Falcon. Tidak tanggung-tanggung negara ini akan mengoperasikan F-16 paling canggih di dunia yang dikenal sebagai F-16V, atau Block 70.

F-16 lahir dari program tempur ringan Angkatan Udara Amerika dari era Perang Dingin. Dikembangkan pada tahun 1970-an, jet tempur itu dimaksudkan untuk menjadi pesawat dengan kemampuan manuver tinggi dan relatif murah untuk melengkapi pesawat Angkatan Udara yang lebih besar.

Sekutu NATO, Korea Selatan, Indonesia, dan negara lain yang relatif ramah terhadap Amerika Serikat menerbangkan pesawat tersebut. Dalam banyak hal, F-16 adalah F-35 pada masanya. Di banyak negara, seperti Norwegia, Belanda, dan Turki, F-35 kini menggantikan F-16 yang tua.

Adapun Slovakia, bangsa ini menghabiskan sebagian besar abad ke-20 sebagai bagian dari Cekoslovakia, sebuah negara Pakta Warsawa bersekutu dengan Uni Soviet. Setelah runtuhnya Tembok Berlin, Pakta Warsawa, dan Uni Soviet, negara itu terpecah menjadi dua negara baru, Republik Ceko dan Slovakia.

HARUS BACA :  7 Tank Paling Terkenal Buatan Uni Soviet

Slovakia tiba-tiba mewarisi tumpukan teknologi Perang Dingin yang menua termasuk 12 jet tempur MiG-29 yang dan memulai membangun angkatan udara sendiri.

Mig-29 Slovakia

Tapi MiG sudah tua dan tidak dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam arsitektur pertahanan NATO, sehingga Slovakia pergi berbelanja untuk mencari jet baru. Negara kecil membutuhkan pesawat tempur kecil bermesin tunggal, yang meninggalkan mereka dengan pilihan Gripen Swedia dan F-16 Amerika.

F-16 kemudian memenangkan kompetisi, dan kontraktor pertahanan Lockheed Martin akan memasok 14 F-16Vs pada 2023.

HARUS BACA :  5 MBT Leopard 2 RI untuk Yon Mandala Yudha Kostrad

F-16V memiliki sejumlah peningkatan dibandingkan Falcon yang lebih tua, termasuk yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika. Salah satu yang paling penting adalah integrasi Scalable Agile Beam Radar (SABR, atau “Saber”) yang dibangun dari Northrop Grumman.

Radar ini memiliki deteksi jarak jauh dan pelacakan yang lebih besar dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. SABR tidak hanya dapat mendeteksi target udara tetapi target di darat atau di laut, memberikannya kemampuan multi-misi.

HARUS BACA :  Myanmar Interested in Russian Unmanned Ground Vehicle

Jet ini juga dilengkapi dengan Central Pedestal Display yang menampilkan data dalam layar LCD 6×8 inci antara kaki pilot, sistem pengenalan teman atau lawan, dan sistem penghindaran tabrakan tanah otomatis.

F-16V memiliki fitur Joint Helmet Mounted Cueing System II yang mengisyaratkan senjata dan sensor pada garis pandang pilot, memberikan pilot keunggulan atas musuh dalam dogfights.

Untuk pertahanan diri, pesawat dilengkapi dengan rangkaian sistem peperangan elektronik aktif dan pasif modern, termasuk dual chaff/flare dispenser untuk mengalihkan radar dan peluru kendali inframerah.

Tanki bahan bakar konformal dipasang di atas akar sayap kiri dan kanan memasok 600 galon per tangki, memungkinkan F-16V untuk terbang lebih jauh dari versi F-16 sebelumnya.

Selama bertahun-tahun, F-16V telah berevolusi dari sebuah jet tempur ringan yang hanya membawa rudal jarak pendek dan bom  terarah menjadi pesawat tempur yang jauh lebih mampu dengan menggendong rudal luar visual dan bom presisi dipandu.

HARUS BACA :  Meningkat Tajam, Ekspor Senjata Amerika Pada 2018 Tembus Rp2.800 Triliun

Untuk pertempuran udara ke udara, F-16V dapat membawa rudal jarak pendek AIM-9X Sidewinder dan rudal jarak menengah hingga jarak jauh AIM-120 AMRAAM.

Terhadap target darat F-16V dapat membawa iron bomb, bom dipandu laser Paveway III hingga 2.000 pound, dan bom Joint Directed Attack Munition yang dipandu GPS hingga 2.000 pound. F-16V memiliki 11 cantelan untuk membawa bahan bakar, senjata, dan sensor, dua lebih banyak dari F-16 asli.

HARUS BACA :  Jet Tempur F-35C Punya Masalah Besar

Slovakia bisa saja, seperti negara-negara kecil lainnya, memilih untuk melepaskan jet tempurnya dan fokus pada pendanaan kemampuan militer lainnya. Militer yang lebih besar dan kekuatan jet tempur modern akan memberikan pengaruh lebih besar kepada negara di dalam NATO, sesuatu yang sangat berguna untuk sebuah negara kecil yang dikelilingi oleh tetangga yang lebih besar dan lebih kuat.

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Nurul Teje
Nurul Tejehttps://www.militer.or.id
Sangat berminat kepada hal hal yang berbau alutsista Rusia dan Soviet. Mampu mendeskripsikan dengan baik pesawat pesawat tempur buatan Soviet dalam diskusi seru. Kontak jika mau ngopi bareng dan berbincang seru.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here