F-4 Phantom Iran Pernah Ngeri Berhadapan dengan F-22 Raptor


F-22 Raptor (fofo : Wikipedia)

Bukan hanya pilot Angkatan Laut AS yang keren sebagaimana digambarkan dalam film Top Gun. Dalam kisah nyata, Pilot Angkatan Udara AS juga banyak terlibat dalam insiden yang memperlihatkan keperkasaan pesawat tempur mereka.

Pada 1 November 2012, pesawat tanpa awak MQ-1 terbang dekat 16 mil dari Iran, tetapi masih di wilayah udara internasional. Iran meluncurkan dua pesawat tempur Su-25 untuk mencegat pesawat tak berawak itu, dan Su-25 tanpa diduga menembakkan senjata yang digotongnya.

Pesawat tempur sangat menginginkan drone, yang menangkap seluruh kejadian dengan kamera-kameranya. Drone berhasil kembali ke pangkalan tanpa mengalami kerusakan. Tidak mengherankan, mengingat Su-25 tidak dirancang untuk pertempuran udara-ke-udara.

HARUS BACA :  Latihan Crash Team Lanud Adisutjipto

Tahun berikutnya, drone MQ-1 yang lain sedang dicegat oleh pesawat Iran. Kali ini, Iran menerjunkan pesawat tempur yang terkenal mampu merontokkan pesawat tempur musuh dalam pertarungan udaranya.

HARUS BACA :  Batalyon Arhanud 1 Kostrad Dalam Latihan Ancab TNI AD

F-4 Phantom .. Iran mengirimkan pesawat tempur terbaiknya, F-4 Phantom yang dapat membawa senjata – senjata yang mematikan.

Meski sebagian besar negara sudah menghentkan operasional F-4 Phantom, tidak demikian dengan Iran. Hampir 40 unit Angkatan Udara Iran masih diperkuat pesawat tempur F-4 Phantom.

Ketika meluncurkan F-4 untuk menghadapi MQ-1, pilot Iran mungkin mengharapkan target yang mudah untuk ditembak jatuh.

HARUS BACA :  Mortir Nyasar di Ladang Warga

Tapi itu tidak akan terjadi, berkaca dari pengalaman sebelumnya, kali ini AS memberikan pengawalan kepada MQ 1, namun pengawalan yang tidak terlihat.

Dua pesawat tempur siluman F-22 Raptor AS terbang tersembunyi. Salah satu pilot F-22 Raptor bahkan terbang di bawah pesawat Phantom Iran.

Menurut Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal Mark Welsh, pilot Raptor memeriksa persenjataan yang dibawa pesawat Iran, kemudian berhenti di sayap kiri dan mengirim pesan radio kepada pilot Iran.

“Dia (pilot Raptor) terbang di bawah pesawat mereka (F-4) untuk memeriksa beban senjata mereka tanpa mereka mengetahui bahwa dia ada di sana, dan kemudian berhenti di sayap kiri mereka dan kemudian memanggil mereka dan berkata ‘Anda benar-benar harus pulang, “kata Welsh.

HARUS BACA :  PT DI gandeng Universitas Indonesia
HARUS BACA :  Apakah Era Teknologi Siluman Segera Tamat?

Pilot Iran benar-benar tidak mengetahui keberadaan pesawat tempur F-22 Raptor yang terbang dibawah dan belakangnya , dan tentu saja keduanya kemudian pergi meninggalkan MQ-1 dan F-22 Raptor.

We Are The Mightyy

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Roy Prasetyahttps://militer.or.id
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here