N219 Prototype Design ke-2 Mengudara Untuk Pertama Kalinya

0
235

N219 Prototype Design ke-2 mengudara pertama kalinya oleh Captain Esther Gayatri dan Captain Ervan Gustanto.

Untuk mempercepat proses sertifikasi, N219 PD 1 dan 2 dijadikan sebagai wahana untuk flight test.

PTDI juga menyiapkan 2 purwarupa pesawat N219 lainnya untuk fatigue dan static test, sebagaimana dikutip dari laman media sosial IG PT DI, 21 Desember 2018.

Tentang Pesawat N219 Nurtanio

N219 ini berkapasitas penumpang 19 orang dengan dilengkapi dua buah mesin turboprop yang mengacu pada regulasi CASR Part 23.

Selain itu, pesawat ini juga dilengkapi dengan sepasang mesin Pratt and Whitney PT6A–52 berkecepatan 850 shp dan daya jelajah 1.580 NM.

HARUS BACA :  Royal Australian Air Force and Rockwell Collins Demonstrate Wideband High Frequency Capability

Keunggulan pertama dari N219 adalah adanya common technology atau penggunaan teknologi yang sudah banyak ditemui di pasaran, sehingga biaya operasi dan pemeliharaan rendah serta menekan harga pesawat menjadi lebih murah.

Pesawat dibekali dengan teknologi avionik yang lebih modern dan banyak digunakan di pasaran seperti Garmin G–1000 dengan Flight Management System yang di dalamnya sudah terdapat Global Positioning System (GPS).

Selain itu, N219 juga dilengkapi dengan sistem autopilot serta Terrain Awareness and Warning System. Terrain Awareness and Warning System adalah alat yang mendeteksi bahwa pesawat ini sedang menuju kepada atau mendekati wilayah perbukitan.

HARUS BACA :  Indonesia Mulls Turkish, South Korean, Russian Options for Marines APC Requirement

Sistem pesawat akan memberikan tanda, visualisasi secara tiga dimensi sehingga pilot bisa melihat secara langsung kondisi perbukitan yang akan dilaluinya.

Keunggulan lain dari N219 adalah teknologi Multihop Capability Fuel Tank, yakni teknologi yang memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.

Lebih lanjut, N219 Nurtanio memiliki kecepatan maksimum mencapai 210 knot dan minimum 59 knot, di mana dengan kecepatan rendah pun pesawat masih bisa terkontrol.

Ini sangat penting dan menjadi keunggulan tersendiri, terutama saat memasuki wilayah yang bertebing dan pegunungan.

HARUS BACA :  Skuadron 32 Terima Lagi Pesawat Hercules Hibah dari Australia

Menilik sisi interior N219, pesawat ini memiliki kabin terluas di kelasnya sehingga menjadi pesawat serbaguna untuk berbagai macam kebutuhan seperti pengangkut barang, evakuasi medis, pengangkut penumpang, bahkan pengangkut pasukan.

Didesain sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah perintis, membuat N219 memiliki kemampuan short take of landing dan mudah dioperasikan di daerah terpencil, bisa self–starting tanpa bantuan ground.

Photo: N219 Prototype Design ke-2 Mengudara Untuk Pertama Kalinya (PT DI)

Editor: (D.E.S)

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here