Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi – Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen M yang pertama mundur. Kapal selam nuklir yang bertugas multifungsi sebagai kapal selam pemburu sekaligus kapal selam peluncur rudal balistik ini diberi nama Kazan. Menurut kantor berita Rusia TASS, Kazan dinyatakan masih belum laik setelah uji layar terakhir bermasalah.

Diperkirakan, Kazan akan diserahterimakan paling tidak baru di tahun 2020 dan bisa saja lebih lama lagi. Hal itu dikarenakan adanya masalah teknis tersebut. Sebenarnya, kapal ini sudah di luncurkan pada tahun 2017 yang lalu dan selama 2 tahun masih juga belum diserahkan karena banyaknya masalah teknis yang ditemui. Dan ada beberapa kinerja subsistem yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh Departemen Pertahanan Rusia.

Kazan seharusnya sudah melakukan sea trial sekaligus melakukan uji coba penembakan rudal P-800 Oniks dan juga rudal jelajah 3M54 Kalibr dari posisi menyelam. Namun, dengan kejadian ini, sepertinya uji coba tersebut harus ditunda lebih lama menunggu semua masalah teknis yang ditemukan dapat terselesaikan.

Laporan yang dikeluarkan kementerian pertahanan Rusia mengenai masalah ini menyebutkan bahwa tidaklah realistis untuk mengharapkan kapal selam ini selesai dan diserahterimakan di tahun 2019 ini. Diperlukan tambahan waktu dan dana untuk menyelesaikan masalah teknis tersebut dan diperkirakan kapal selam ini baru bisa diserahkan kepada kementerian pertahanan Rusia di tahun 2021.

Kapal selam yang dinamakan Kazan ini diluncurkan di bulan Maret tahun 2017 oleh galangan kapal Sevmash di Severodvinsk. Kapal ini adalah kapal kedua di kelas Yasen dan kapal pertama di kelas Yasen yang mendapatkan modifikasi peningkatan kemampuan menjadi Yasen-M. Setelah diluncurkan Maret 2017, Kazan menjalani uji coba pelayaran pertamanya pada bulan September 2018.

Sebenarnya saat ini ada 4 unit kapal selam kelas Yasen-M lagi yang sedang dalam pembangunan. Walaupun progressnya begitu lambat karena terkendala masalah teknis dan biaya, sehingga belum jelas kapan secara riil jadwal penyerahan kapal selam  kapal selam tersebut ke kementerian pertahanan Rusia. Pengamat memperkirakan bahwa anggaran yang dimiliki oleh Angkatan Laut Rusia hanya akan mampu meneruskan pembangunan dua kapal dari empat kapal yang sedang dalam pembangunan.

Kapal selam kelas Yasen-M ini dilaporkan akan menjadi lebih sunyi dari pada kapal selam Yasen yang sudah lebih dulu operasional. Kapal selam Kazan inidibuat dengan baja berdaya magnet rendah untuk mengurangi jejak magnetiknya. Kazan yang merupakan kapal pertama dari Yasen-M ini diperkirakan setara dengan kapal selam nuklir pemburu kelas Seawolf dari Amerika. Namun jika dibandingkan dengan kapal selam pemburu terbaru dari Amerika, Virginia Class, diperkirakan Virginia sedikit lebih unggul dari pada kapal selam Rusia yang tidak selesai selesai pembangunannya ini.

Kazan yang sebenarnya pada awalnya diharapkan sudah bisa bergabung dengan armada kapal selam Rusia di akhir tahun 2018 ini memiliki 8 VLS CM-346 ditambah dengan 8 tabung torpedo. 8 VLS tersebut dapat diisi dengan rudal anti kapal canggih P-800 Oniks dan atau rudal jelajah multitarget Kalibr yang sukses digunakan menghantam markas peberontak di Suriah beberapa waktu lalu. Kapal selam Kazan ini mampu membawa hingga 32 rudal Kalibr. Kapal selam Severodvisk yang merupakan kapal selam pertama kelas Yasen namun belum di upgrade mampu membawa 40 rudal Kalibr. Yasen-M mempunyai panjang 10 Meter lebih pendek dari pada Yasen orisinal. Mundurnya jadwal penyerahahan berkali kali akibat masalah teknis yang berbeda beda telah membuat anggaran pemerintah Rusia untuk pembuatan kapal selam ini membengkak gila gilaan.

 

 

 

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

3 Comments

Avarage Rating:
  • 0 / 10
  • Icoco Patoong Damek , May 23, 2019 @ 11:20 am

    2020 berarti tahun depan.

  • A'ank Pao , May 23, 2019 @ 2:40 pm

    Wajar brg high tecnology…

  • Ridho Aldiansyah , May 23, 2019 @ 4:53 pm

    Mungkin No Budget. Atau high tecknologi.

    Klo russia Bangun nya kapal Disel listrik mungkin udah kebangun 500 Biji??

    #Cmiw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *