Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal – Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya dari dinas militer. Kedua kapal perang tersebut adalah fregat berpeluru kendali dari kelas Adelaide, yaitu HMAS Newcastle dan kapal bantu HMAS Success. Upacara pelepasan dilakukan di pangkalan Angkatan Laut Australia Garden Island, Sidney.

HMAS Newcastle Latihan Bersama KRI Karel Satsuit Tubun
HMAS Newcastle Latihan Bersama KRI Karel Satsuit Tubun

HMAS Newcastle adalah kapal perang yang mulai masuk dinas di Angkatan Laut Australia di tahun 1993 dan sudah mengabdi selama 25 tahun di Angkatan Laut Australia. Fregat berpeluru kendali ini, selama ini bertugas mengamankan perairan Australia dan kepentingan kepentingan Australia, termasuk menjalankan operasi di luar negeri seperti di Laut Tengah, Teluk Persia, Lautan Pasifik dan Timor Timur. Hal tersebut dilakukan dalam rangka operasi militer, misi penjaga perdamaian dan misi kemanusiaan.

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Kapal perang jenis fregat berpeluru kendali HMAS Newcastle yang berbobot 4100 ton dan panjang 138 meter ini, saat ini sudah diremajakan dan digantikan oleh kapal perang jenis destroyer berpeluru kendali dari kelas Hobart. Dengan naik kelas ke destroyer, kapal pengganti HMAS Newcastle ini akan bisa melakukan misi misi yang diembankan kepadanya dengan lebih efektif lagi, terutama pada misi pertahanan udara armada, yg memang menjadi spesialis Air Warfare Destroyer kelas Hobart ini.

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Sedangkan HMAS Succes adalah sebuah kapal Auxiliary Oiler Replenishment (AOR). Fungsinya mirip kapal BCM TNI AL, dengan kapasitas dan kemampuan yang lebih besar. Tugasnya adalah mendukung operasional armada dengan melaksanakan bekal ulang di tengah lautan, sehingga armada bisa melakukan misi lebih lama dan lebih jauh lagi.

HMAS Success di Indonesia
HMAS Success di Indonesia

Kapal dengan panjang 157.8 meter dan berbobot 18000 ton ini mampu melaksanakan bekal ulang bahan bakar, logistik dan persenjataan di tengah laut, bahkan dalam cuaca tidak mendukung sekalipun. Kapal berusia 33 tahun ini sudah menempuh jarak yang lebih jauh dari pada kapal perang manapun di dalam armada Angkatan Laut Australia saat ini.

HMAS Success

HMAS Success ini mulai bertugas di Angkatan Laut Australia mulai tahun 1988. Menariknya, misi terakhirnya adalah melakukan dukungan bagi kontingen kapal perang Australia yang berkeliling Asia selama 3 bulan dalam misi Indo-Pacific Endeavour 2019, termasuk mengunjungi Indonesia sebulan sebelum pensiun. HMAS Success sendiri saat ini sudah ada penggantinya, yaitu HMAS Supply (II) yang sedang menjalani masa sea trial dan akan masuk bergabung secara penuh di tahun 2020.

HMAS Success

Kedua kapal perang bekas ini ditawarkan kepada negara negara sahabat untuk dibeli, mengingat dengan perawatan yang baik, umur kapal ini masih bisa diperpanjang dan dengan melakukan upgrade tertentu, kapal ini masih bisa menghadapi ancaman ancaman masa kini. Chili dikabarkan sudah bernegosiasi dengan Australia untuk membeli salah satu kapal ini.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

3 Comments

Avarage Rating:
  • 0 / 10
  • Condro Dimuko , July 4, 2019 @ 12:57 am

    Utk TNI jgn mau di belikan barang bekas , sebaik apapun sesuatu yg bekas tetep bekas .
    spt motor th 75 di dg Vario 150 , jls bkn tandingannya.

  • Ananda Andriyo , July 4, 2019 @ 9:35 am

    Hibahkan ke Indonesia saja buat bakamla

  • Rafie Bet , July 4, 2019 @ 11:59 am

    Indonesia kan bisa bikin sendiri, ngapain beli barang bekas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *