Militer.or.id – Ditabrak Burung, Pilot India Berhasil Daratkan Mirage 2000.

Ilustrasi Mirage 2000 India

Pilot tempur Mirage Angkatan Udara India mendapatkan Medali Vayu Sena (Ksatria) karena berhasil menyelamatkan pesawatnya meskipun mengalami cedera parah.

Komandan Skuadron Ravinder Ahlawat awalnya melakukan latihan penerbangan ‘Range Instructional Technique’ (RIT) di atas wilayah Range Pokharan dengan pesawat latih tempur Dassault Mirage 2000 sebagai kapten pesawat yang duduk di kokpit depan.

Saat melakukan rangkaian manuver “Pull Up Attack” pada ketinggian 150 meter dengan kecepatan tinggi dan saat berbelok, Mirage 2000 menabrak burung.

Dampak dari tabrakan dengan burung, bukan hanya menghancurkan kanopi kokpit, burung juga menabrak pilot Ahlawat, merusak helm, memecahkan kaca helm dan melukai wajah, leher, lengan dan dadan hingga menyebabkan pendarahan hebat dan hampir melumpuhkannya.

Burung juga memecahkan kaca pemisah antara kokpit depan dan belakang, dan merusak sistem ejeksi kursi depan.

Karena luka-luka dengan darah mengalir di muka dan sisa bangkai burung, Komandan Ahlawat hanya memiliki penglihatan terbatas pada mata kirinya.

Meski terluka akibat tabrakan dan terpaan angin kencang dengan waktu reaksi minimal, pilot Ahlawat melakukan tindakan darurat dengan benar untuk menyelamatkan pesawat tempurnya dan orang-orang dari sebuah desa di sekitar daerah Pokharan.

Selama pendaratan, pilot belakang tidak dapat melihat landasan pacu karena pandangan yang kabur, sehingga hanya Komandan pilot didepan yang bisa mendaratkan pesawat.

Sebenarnya pilot bisa melontarkan diri untuk menyelamatkan diri, namun karena kerusakan sistem ejeksi menyebabkan tidak ada jalan lain selain harus segera mendaratkan pesawatnya.

Pilot Ahlawat menggunakan satu tangannya untuk membuka mata kirinya, dan mengendalikan pesawat dengan tangan yang lain meskipun mengalami cedera. Dengan penglihatan terbatas akibat pecahnya kanopi, pilot berhasil melakukan pendaratan yang aman di landasan pacu terdekat di pangkalan Angkatan Udara India.

Aviationanalisis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here