Pembangunan Jembatan Penajam – Balikpapan Tunggu Kajian LHR

Militer.or.id – Pembangunan Jembatan Penajam – Balikpapan Tunggu Kajian LHR.

Desain jembatan Penajam – Balikpapan (Paserkab.go.id)

Penajam – Pembangunan jembatan tol penghubung dari titik Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Melawai, Kota Balikapan di Kalimantan Timur, masih menunggu kajian terkait lalu lintas harian rata-rata atau LHR untuk penentuan besaran tarif kendaraan yang melalui jembatan.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang saat dihubungi di Penajam, Sabtu, 2/9/2017 mengatakan, konsorsium pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan masih akan merampungkan berkas lelang investasi pembangunan jembatan di atas Teluk Balikpapan itu.

HARUS BACA :  Heli Angkut Kapasitas Besar Kebutuhan Pasukan Perbatasan

Menurutnya konsorsium juga masih menunggu hasil diskusi kajian LHR sebagai kelengkapan dokumen untuk pelaksanaan lelang pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan.

“Konsorsium menunggu kelengkapan dokumen untuk lelang, selanjutnya diserahkan ke Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT),” kata Nicko.

Namun, diskusi kajian LHR masih menjadi perdebatan, karena ada data terbaru LHR sebanyak 1.900 kendaraan, padahal hitungan sebelumnya mencapai 4.300 kendaraan setiap hari yang melalui jembatan.

HARUS BACA :  First Enhanced Air Cooperation Activity to Commence
HARUS BACA :  Pemprov Jabar Masih Rahasiakan Lokasi Bandara Sukabumi

Berdasarkan analisa tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kajian LHR dengan 1.900 kendaraan per hari yang melalui jembatan Penajam-Balikpapan itu tidak maksimal.

Dari hasil kajian tim ITS, LHR untuk jembatan tol yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan tersebut mencapai 4.300 kendaraan per hari.

“Jika mengacu pada hasil kajian atau analisa ITS itu, tarif jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan dapat lebih murah,” ujar Nicko.

Penetapan LHR jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut berpengaruh terhadap waktu penyusunan dokumen lelang proyek pembangunan jembatan, ujarnya.

HARUS BACA :  DND Evaluating Russian Offer of Diesel-Electric Submarines

LHR merupakan kajian untuk menghitung volume lalu lintas kendaraan yang melalui suatu titik rata-rata dalam sehari, berkaitan dengan penentuan tarif kendaraan yang melalui jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara merencanakan tarif masuk jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan itu sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 bagi kendaraan roda empat dan Rp 15.000 untuk kendaraan roda dua. (Antara).

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Drumband Latsitardanus 38 Meriahkan Hut Kota Cilegon

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  PPRC - 32 Prajurit Pasukan Khusus, Latihan Infiltrasi Malam

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here