Kapal Geomarin 3 Teliti Migas di Laut Arafura

Militer.or.id – Kapal Geomarin 3 Teliti Migas di Laut Arafura.

Kapal Riset Geomarin III (mgi.esdm.go.id)

Kupang – Kapal Geomarin III Kementerian ESDM melakakukan penelitian potensi minyak dan gas bumi di Laut Arafura, Papua, pada periode 21 Agustus hingga 20 September 2017.

“Hasil sementara ini menunjukkan adanya potensi migas di perairan Arafura,” ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian ESDM Ediar Usman saat kegiatan Openship dan Temu Mitra Bisnis Kapal Riset Geomarin III di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Jumat, 22/9/2017.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Saleh Abdurrahman, dua anggota DEN yakni Syamsir Abduh dan Pudji Utoro, serta pelaku bisnis.

HARUS BACA :  Marinir Indonesia Serius Minati BT-3F Rusia

Geomarin III, yang merupakan kapal riset geologi kelautan tercanggih di Indonesia, memiliki kemampuan survei dua dimensi bidang geologi, geofisika, dan oceanografi.

Menurut Ediar, di Laut Arafura, Kapal Geomarin III, yang dioperasikan P3GL, melakukan survei seismik sepanjang 1.300 km dan survei “gravity meter” serta geomagnet masing-masing 1.700 km.

HARUS BACA :  Aksi Terjun Payung Meriahkan Pameran Alutsista TNI di Banda Aceh – Militer.or.id

Berdasarkan hasil penelitian, sampel dari dasar Laut Arafura diketahui mengandung karbon organik.

“Penafsiran ‘gravity meter’ dan geomagnet menunjukkan bukti adanya cekungan, yaitu Cekungan Akimegah, yang menebal ke arah daratan Papua di sebelah utaranya dan diperkirakan prospek migas lebih ke arah daratan,” katanya.

Selanjutnya, hasil kegiatan survei akan disajikan dalam sebuah laporan lengkap dengan peta dan atlas rekaman seismik.

HARUS BACA :  Kasus Pendanaan Terorisme Berafiliasi ISIS Meningkat

Ediar menambahkan pada 24 September hingga 7 Oktober 2017, Kapal Geomarin III akan melanjutkan survei sampel temperatur di Laut Flores, utara Pulau Lembata, NTT.

Hasil sampel temperatur laut akan menjadi dasar investasi energi listrik yang dihasilkan dari perbedaan suhu air laut (ocean thermal energy conversion/OTEC).

Indonesia memiliki potensi OTEC terbesar di dunia yakni 240 Giga Watt (GW) karena berada di daerah khatulistiwa.

Potensi OTEC tersebut tersebar di pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, Bali, dan NTT.

“P3GL telah mengkaji dan meneliti potensi OTEC di 17 lokasi sebesar 41 GW,” ujarnya.

Penilitian potensi OTEC di perairan Lembata akan mencakup seluas 2.200 nauticalmil.

HARUS BACA :  Pelepasan Satgas Sail Sabang Tahun 2017
HARUS BACA :  Kasus Pendanaan Terorisme Berafiliasi ISIS Meningkat

“Potensi keekonomian di Lembata ini diperkirakan dapat menyuplai energi listrik sebesar satu MW yang disesuaikan dengan diameter pipa terhadap kedalaman laut antara 500-700 meter,” ujarnya.

Selain untuk listrik, OTEC bisa dimanfaatkan untuk pemurnian air, pendingin udara, dan produk pertanian, serta menghasilkan hidrogen, litium, dan nutrisi.

“Pemanfaatan OTEC berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Energi ini bernilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan sumber lainnya,” ujar Ediar.

Sebelum di Arafura, Kapal Geomarin III melakukan survei di laut utara Bali pada 26 April-19 Mei 2017.

Hasilnya, ditemukan potensi gas biogenik atau gas laut dangkal di cekungan perairan Bali bagian utara. (Antara).

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here