Militer.or.id – Korea Utara Tuduh Trump Deklarasikan Perang.

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho

Seoul / Beijing – Korea Utara telah meningkatkan pertahanan militer di pantai timurnya, ujar seorang anggota parlemen Korea Selatan pada hari Selasa, 26/9/2017, setelah Korea Utara mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah “mengumumkan perang” dan Korea Utara akan menembak jatuh pembom A.S. yang terbang di dekat semenanjung Korea.

Ketegangan meningkat sejak Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat pada 3 September 2017, namun retorika telah mencapai tingkat yang baru dalam beberapa hari terakhir saat para pemimpin di kedua pihak saling bertukar ancaman dan penghinaan.

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan komentar Twitter Trump, di mana pemimpin AS mengatakan Ri dan pemimpin Kim Jong Un “tidak akan lama lagi” jika mereka melaksanakan ancaman mereka, sama dengan sebuah deklarasi perang dan Pyongyang memiliki hak untuk melakukan penanggulangan.

Anggota parlemen Korea Selatan Lee Cheol-uoo, yang diberitahu oleh badan mata-mata negara tersebut, mengatakan bahwa Korea Utara yang tertutup itu ternyata memperkuat pertahanannya dengan memindahkan pesawat ke pantai timurnya dan mengambil tindakan lain setelah pembom A.S. terbang mendekati semenanjung Korea pada akhir pekan.

Lee mengatakan Amerika Serikat tampaknya telah mengungkapkan rute penerbangan para pembom tersebut dengan sengaja karena Korea Utara tampaknya tidak menyadarinya.

Ri, menteri luar negeri, mengatakan pada hari Senin bahwa hak Korea Utara untuk melakukan penangkalan termasuk menembaki pembom A.S. “bahkan saat mereka tidak berada di dalam wilayah udara negara kita”.

“Seluruh dunia harus ingat dengan jelas bahwa AS-lah yang pertama kali mengumumkan perang terhadap negara kita,” katanya kepada wartawan di New York pada hari Senin, 25/9/2017 saat dia menghadiri pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Pertanyaan “siapa yang tidak lama lagi” -merujuk ke twit trump- akan terjawab,” katanya.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, pada Hari Senin, 25/9/2017 membantah bahwa Amerika Serikat telah mengumumkan perang, dengan menyebutnya “tidak masuk akal”.

Berbicara di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan bahwa perang di semenanjung Korea tidak akan ada pemenang.

“Kami berharap politisi A.S. dan Korea Utara memiliki pertimbangan politik yang cukup untuk menyadari bahwa beralih ke kekuatan militer tidak akan pernah menjadi cara yang layak untuk menyelesaikan masalah semenanjung dan keprihatinan mereka sendiri,” Lu mengatakan dalam biefing berita harian. (Reuters).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here