AS Dukung “Langkah Awal” Saudi dalam Kemelut Yaman

Militer.or.id – AS Dukung “Langkah Awal” Saudi dalam Kemelut Yaman.

dok. Kehancuran akibat perang di Kota Sanaa, Yaman (commons.wikipedia.org)

Washington, Militer.or.id – Amerika Serikat pada Jumat 24 November 2017 menyambut “langkah awal” Arab Saudi, yang membuka kesempatan bagi bantuan kemanusiaan untuk mencapai Yaman, dan menyerukan perundingan terkait perang di negara tersebut.

Pasukan gabungan, yang memerangi gerakan Houthi dukungan Iran pada Rabu 22 November 2017 di Yaman, mengatakan langkah tersebut akan memberikan kesempatan bagi pengiriman bantuan melalui pelabuhan Hodeidah di laut Merah dan Salif serta melalui penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa menuju Sanaa, setelah lebih dari 2 minggu penutupan jalan menuju Yaman.

HARUS BACA :  Koalisi Pemerintah Austria Ribut Soal Penerus Typhoon

Sekitar 7 juta orang berada dalam jurang kelaparan di Yaman dan kelangsungan hidup mereka bergantung pada bantuan dunia. “Penerapan penuh dan segera dari langkah itu adalah langkah awal dalam memastikan persediaan bahan makanan, obat dan bahan bakar terhadap warga Yaman.

HARUS BACA :  Latihan Militer Tingkat Lanjut AS-Korea Selatan Tetap Dilaksanakan

Badan bantuan di garis depan penanggulangan bencana kemanusiaan itu dapat melakukan pekerjaan penting mereka,” kata Gedung Putih dalam pernyataan. “Kami menantikan langkah tambahan yang akan memudahkan arus pengiriman barang kemanusiaan dan perdagangan yang tidak terbatasi, dari semua pelabuhan masuk ke titik yang membutuhkan,” tambahnya.

HARUS BACA :  Pesawat Tempur Rusia dan Suriah Gempur Kota di Idlib

Juru bicara PBB mengatakan bahwa pasukan sekutu pimpinan Saudi telah memberikan perizinan kepada PBB untuk melanjutkan penerbangan bagi pekerja bantuan ke wilayah ibu kota Yaman, yang dikuasai Houthi, pada Sabtu 25 -11- 2017 . Pada Rabu 22 11- 2017, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson meminta Arab Saudi untuk mengurangi tindakan penutupan jalan menuju Yaman.

Pasukan gabungan dukungan AS menutup jalan udara, darat dan laut pada 6 November 2017, dalam sebuah langkah untuk menghentikan arus pengiriman senjata kepada gerakan Houthi dari Iran. Tindakan tersebut dilakukan setelah Arab Saudi mencegat sebuah peluru kendali yang ditembakkan menuju Riyadh. Iran membantah memasok senjata untuk gerakan Houthi.

HARUS BACA :  Kemenhan Geser Kementerian PUPR, Anggaran Terbesar 2018
HARUS BACA :  Mesir Luncurkan Gowind Pertama Buatan Lokal

Gedung Putih mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung Arab Saudi dan negara mitra teluknya dalam melawan pasukan Penjaga Revolusi Iran dan menumpas pelanggaran hukum internasional.

Pasukan pimpinan Saudi membidik Houthi dalam serangannya sejak pemberontak itu merebut sejumlah daerah di Yaman pada tahun 2015, termasuk ibu kota Sanaa, yang memaksa Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi melarikan diri. (Antara/Reuters).

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here