Saudi Cegat Rudal Yaman Keduakalinya dalam Sebulan

Militer.or.id – Saudi Cegat Rudal Yaman Keduakalinya dalam Sebulan.

dok. Sistem Patriot, pertahanan antirudal, Arab Saudi. (commons.wikipedia.org)

Dubai, Jakartagreater – Sebuah peluru kendali (Rudal) balistik yang ditembakkan oleh kelompok bersenjata Houthi menuju Arab Saudi, ditembak jatuh pada Kamis 30 November 2017 di dekat kota Khamis Mushait, Arab Saudi, menurut laporan saluran al-Arabiya yang dikelola Kerajaan Saudi.

Kejadian itu adalah penembakaan peluru kendali balistik kedua dari Yaman dalam satu bulan belakangan, setelah sebelumnya sebuah roket berhasil ditembak jatuh di dekat Bandar Udara Raja Khaled, di pinggiran sebelah Utara ibu kota Riyadh.

HARUS BACA :  Rencana Pengembangan Bandara Abdul Rachman Saleh

Sebuah pasukan gabungan pimpinan Saudi, yang sedang memerangi Houthi di Yaman, menutup jalan udara, darat dan laut, dalam sebuah tindakan yang dimaksudkan untuk menghentikan aliran pasokan senjata dari Iran kepada gerakan Houthi. Kelompok pemberontak Houthi mengendalikan sebagian besar wilayah Yaman Utara.

Blokade yang diterapkan pasukan pimpinan Saudi juga telah memutus pengiriman makanan terhadap 7 juta warga Yaman yang berada dalam jurang kelaparan. “Pertahanan udara mencegat sebuah peluru kendali balistik, yang ditembakkan oleh gerakan Houthi menuju Khamis Mushait,” kata Arabiya melalui akun Twitter-nya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

HARUS BACA :  Su-57 Rusia Akan Dibekali Radar Fotonik
HARUS BACA :  Intelijen AS Menolak Permintaan UEA Untuk Menyerang Yaman

Gerakan Houthi dan kelompok yang setia pada mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, telah menembakkan puluhan peluru kendali ke wilayah Saudi selama perang yang telah berlangsung 2,5 tahun itu. Kantor berita resmi mereka mengatakan bahwa sekutu pemberontak itu telah melancarkan peluru kendali ballistik jarak menengah yang dapat mencapai sasaran militer dengan ketepatan tinggi.

SABA, mengutip sumber militer, menambahkan bahwa keberhasilan uji coba adalah awal atas peluncuran peluru kendali buatan lokal. Arab Saudi dan sekutunya, yang menerima bantuan senjata dan intelijen dari Amerika Serikat, menuduh gerakan Houthi sebagai perpanjangan tangan dari Iran.

HARUS BACA :  Latihan Gabungan ‘Mission Oriented Training’ TNI AU

Pasukan sekutu pimpinan Saudi telah melancarkan ribuan serangan udara menyasar Houthi yang masih menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa dan pelabuhan strategis Hodeidah. Kemelut tersebut telah menyebabkan terjadinya salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan telah menewaskan setidak tidaknya 10.000 orang.  (Antara/Reuters)

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  PT DKB will Finish the Job of Two LST for Navy

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Batalyon Arhanud 1 Kostrad Dalam Latihan Ancab TNI AD

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here