TNI AU Tingkatkan Kemampuan Maritime Air Strike

Militer.or.id – TNI AU Tingkatkan Kemampuan Maritime Air Strike.

Su-30 MK2 TNI AU

Jakarta, Militer.or.id – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna menegaskan bahwa kebijakan TNI AU dalam mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, adalah dengan meningkatkan kemampuan TNI AU untuk melaksanakan serangan udara maritim.

Selain serangan udara maritim atau “maritime air strike”, juga mendukung udara maritim atau “maritime air support”.

“Kebijakan TNI AU ke depan mengarah pada upaya pemantapan satuan untuk meningkatkan kesiapan operasional,” kata KSAU dalam “entry briefing” kepada para pejabat, Panglima, dan Komandan Satuan TNI AU, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 22/1/2018.

HARUS BACA :  TNI Bersiap untuk Proyeksi Kegiatan Tahun 2018

Oleh karena itu, kata KSAU, tercapainya kemampuan operasional yang optimal satuan-satuan udara dan semakin mantapnya berbagai lembaga pendidikan, menjadi prioritas utama TNI AU.

Hadir Sekjen Kemhan Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Wagub Lemhannas Marsdya TNI Bagus Puruhito, Irjenau, Koorsahli Kasau, para Asisten Kasau, Panglima, Komandan dan para Pejabat TNI Angkatan Udara.

Saat ini, kata Marsekal Yuyu, TNI AU sudah memasuki tahapan Renstra II (2015-2019), sementara beberapa alutsista belum terpenuhi meliputi pesawat pengganti F-5, pesawat helikopter angkut, helikopter VVIP/VIP, pesawat angkut berat, pesawat multipurpose amphibious, pesawat latih dan modernisasi pesawat C130 H/HS, pesawat NC-212i, pesawat CN-295 Special Mission (Kodal), PTTA, radar dan senjata pesawat T-50i, Rudal Pam Ibu Kota, PSU, dan Radar GCI.

HARUS BACA :  Amerika Serikat Tutup Pangkalan Udara di Inggris
HARUS BACA :  Persiapan Su-35, Tim Rusia Tinjau Lanud Iswahjudi

Pembangunan postur TNI AU yang direncanakan, kata mantan Panglima Komando Operasi AU (Pangkoopsau) I, akan tetap mengarah pada memperkuat kemampuan operasional satuan udara, yang mampu menghadirkan “air superiority” ke tengah samudra untuk “security coverage” bagi “Naval Force”.

Oleh karena itu, KSAU meminta agar dinas dan jajaran terkait, melaksanakan koordinasi yang ketat dengan Mabes TNI, Kemhan serta Kementerian/Lembaga terkait lainnya.

HARUS BACA :  Militer Rusia Uji Anti-Rudal Balistik Baru

Marsekal Yuyu menilai, para pendahulu TNI AU telah membawa organisasi TNI AU ke tingkat perkembangan yang cukup baik. Oleh karena itu TNI AU harus tetap optimis karena apa yang di lihat saat ini, sudah merupakan hasil optimal dari kondisi yang ada.

“Dengan dilandasi sifat jujur, inovatif dan adaptif, saya harapkan dapat membangkitkan motivasi kita semua untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada TNI Angkatan Udara,” ujarnya. (Antara).

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  PM Israel Segera Temui Putin Bahas Sepak Terjang Iran

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here