Jerman Akan Larang Ekspor Senjata ke UEA, Saudi dan Turki

Militer.or.id – Jerman Akan Larang Ekspor Senjata ke UEA, Saudi dan Turki.

Tank tempur utama Leopard 2A4 buatan Jerman. © US Army via Wikimedia Commons

Militer.or.id, BERLIN – Pemerintah Jerman kini sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan melarang ekspor senjata ke Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi dan Turki atas keterlibatan mereka dalam konflik militer.

Menurut laman Al Jazeera, RUU tersebut diusulkan untuk mencegah ekspor senjata dan semua barang dan jasa terkait lainnya ke negara-negara yang mungkin digunakan untuk pelanggaran hak asasi manusia.

HARUS BACA :  Divif 2 Kostrad Pimpin Klasemen Sementara Lomba Ton Tangkas

Draf RUU yang diusulkan oleh partai oposisi sosial-demokratik Die Linke, kebanyakan berfokus pada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk peran mereka dalam perang di Yaman. Sementara Turki untuk misi militernya di Suriah utara dimana negara itu telah berperang melawan pasukan Kurdi.

Jika disetujui, UU tersebut tak hanya akan mencegah transaksi di masa depan dengan ketiga negara ini tetapi juga secara retroaktif mengingat kesepakatan yang disepakati sebelumnya.

HARUS BACA :  Prancis-Polandia Bantu Turki Lewati Larangan Ekspor AS

RUU itu secara khusus berbicara tentang kesepakatan yang dibuat antara Jerman dan Turki untuk memodernisasi sejumlah tank Leopard. Tank-tank yang berasal dari Jerman telah dibeli oleh Turki dan digunakan selama Operasi Olive Branch, pada bulan Januari oleh Turki di Suriah utara, di mana mereka bertempur melawan kelompok YPG Kurdi.

Antara tahun 2013 dan 2017, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang menerima pasokan senjata terbesar dari Jerman. Nilai pembelian senjata Arab Saudi dari Jerman diperkirakan mencapai $ 1,2 miliar.

HARUS BACA :  Beli Su-35, Mattis Ingin Indonesia Tidak Kena Sanksi

Pada kuartal ketiga tahun 2017, Jerman mengekspor sebagian besar senjata ke Arab Saudi, Israel dan Mesir. Namun di bulan Januari, pemerintah Jerman mengumumkan akan menghentikan semua ekspor senjata ke negara-negara yang terlibat peperangan yang sedang berlangsung di Yaman, namun RUU tersebut diperluas dengan bekerja surut pada kesepakatan yang sudah dibuat.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here