Angkatan Laut Filipina Terima Rudal Spike-ER dan RCWS

Militer.or.id – Angkatan Laut Filipina Terima Rudal Spike-ER dan RCWS.

Angkatan Laut Filipina menerima rudal Spike-ER dan RCWS untuk Kapal Patroli MPAC MK.III © MaxDefense

Militer.or.id – Akhirnya, setelah terjadinya beberapa kali penundaan pengiriman, minggu lalu Angkatan Laut Filipina menerima kiriman rudal permukaan-ke-permukaan jarak pendek Spike-ER, peluncur rudal MLS-ER Typhoon dan sistem senjata jarak jauh (RCWS) Mini Typhoon 12,7 mm dari perusahaan pertahanan Israel, seperti dilansir dari laman media militer MaxDefense.

Ini akan menjadi tonggak penting bagi Angkatan Laut Filipina sebagai pintu masuk ke jaman rudal, dengan Spike-ER menjadi sistem rudal permukaan-ke-permukaan yang pertama.

HARUS BACA :  Rusia Mulai Mengirimkan S-400 ke China

Rudal, peluncur dan RCWS semuanya itu akan melengkapi Multi-Purpose Attack Craft (MPAC) Mk.III, sebanyak 3 unit yang telah diaktifkan pada bulan Mei 2017 lalu dan ditugaskan dengan Littoral Combat Force.

Multi-Purpose Attack Craft (MPAC) Mk 3 (BA-488) Angkatan Laut Filipina. © Rhk111 via Wikimedia Commons

Setiap MPAC akan mendapatkan RCWS Mini Typhoon yang akan dipersenjatai dengan senapan mesin Browning M2 kaliber 50 dan peluncur MLS-ER Typhoon. Setiap sistem peluncur rudal dapat membawa 4 rudal Spike-ER yang siap ditembakkan, akan tetapi MPAC bisa membawa lebih banyak amunisi karena tersedia penyimpanan amunisi.

HARUS BACA :  Bus Listrik Proterra Tempuh 1772 Km Tanpa Isi Ulang
HARUS BACA :  Kini Pasukan Rusia Dilengkapi Senjata Presisi 4000 Km

Akan tetap diingat bahwa Angkatan Laut Filipina memiliki masalah pengiriman dengan produk-produk ini dari Rafael, meskipun kontrak membuat Rafael bertanggung jawab atas pengiriman dari Israel ke Filipina.

Angkatan Laut Filipina bahkan meminta Markas Besar Angkatan Bersenjata Filipina atas persetujuan permintaan mereka untuk menggunakan pesawat angkut taktis C-130 dari Angkatan Udara Filipina untuk mengambil rudal dan peluncur dari Israel.

HARUS BACA :  Analis AS: 6 Aspek Impresif dari Su-57 Rusia

Namun permintaan ini telah beberapa kali ditolak karena terbatasnya ketersediaan dari C-130 Angkatan Udara Filipina sejalan dengan peristiwa dinegara yang membutuhkan kemampuan angkut mereka.

Karena masalah ketersediaan ini, Angkatan Laut Filipina dan Rafael memutuskan untuk melanjutkan pengiriman melalui jalur pengiriman komersial.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Masa Depan F-35 Italia Masih Misteri di Bawah Pemerintah Baru

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Turki Akan Buka Kedutaan Besar di Yerusalem Timur

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here