Rusia Tak Percaya Bila Senjata Laser AS Mampu Cegat Rudal

Rusia Tak Percaya Bila Senjata Laser AS Mampu Cegat Rudal

Militer.or.id – Rusia Tak Percaya Bila Senjata Laser AS Mampu Cegat Rudal.

Sistem senjata laser (LaWS) dipasang pada USS Dewey © US Navy via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Rencana AS untuk mengembangkan senjata laser pada kendaraan tempur dipimpin oleh Adam Aberle, untuk pengembangan dan pengujian senjata laser berenergi tinggi di bawah Komando Pertahanan Udara AS, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Sistem persenjataan laser sedang dikembangkan di dua front. Menurut Adam Aberle, senjata laser berkekuatan rendah akan dipasang pada mobil lapis baja baja 8×8 yang disebut Stryker.

Senjata laser berkapasitas lebih besar akan dipasang pada truk berat, tanpa dilenkapi lapis baja dan tanpa kemampuan manuver seperti Stryker, tetapi lebih dikhususkan demi mengakomodasi senjata laser.

Dia mengungkapkan bahwa di tahun 2022, program pengembangan laser akan menguji senjata hingga 50 KW pada kendaraan Stryker. Senjata itu lima kali lebih kuat dari senjata laser 10 KW yang dipasang pada Stryker saat ini.

Namun, duta besar Rusia Mikhail Khodarenok mengatakan bahwa akan sulit bagi Pentagon bisa berhasil dengan rencananya, menurut para ahli, kendaraan tempur kecil seperti Stryker tidak bisa dilengkapi dengan senjata laser berkapasitas 50 – 100 KW.

Bahkan LPD sekelas USS Ponce hanya dapat dilengkapi dengan senjata laser berkapasitas 30 KW. Tentunya, rencana untuk melengkapi laser energi tinggi pada kendaraan Stryker Amerika tidak realistis. Stryker hanya bisa mengalahkan target berukuran kecil dengan senjata lasernya dan dengan kekuatan yang jauh lebih sederhana.

Menurut Direktur Perencanaan Strategis Tim Reese, Reese, High Energy Laser Mobile Demonstrator (HEL MD buatan Boeing Group) telah berhasil diuji pada kendaraan Stryker meskipun dalam kondisi kabut dan angin kencang. Hingga kini, senjata telah menembak jatuh kendaraan udara tanpa awak dan mortir 60 mm.

Untuk mendeteksi dan menargetkan, HEL MD menggunakan teleskop dan kamera inframerah sudut lebar. Operator menempati mobil dan mengendalikan sistem tempur dengan laptop dan perangkat kontrol Microsoft Xbox. Sistem ini sepenuhnya bermanuver, mampu bergerak tidak hanya di jalan tetapi juga di seluruh medan.

Dan untuk melihat dalam kabut, HEL MD menggunakan referensi laser untuk bisa menentukan bagaimana kondisi cuaca mempengaruhi laser. Kemudian, sistem akan mengubah fokus laser sehingga tidak berubah bentuk.

Boeing bermaksud meningkatkan kapasitas energi laser hingga puluhan KW. Dan semua ini akan memungkinkan sistem menjadi sangat berbeda. Sistem akan secara efektif memerangi rudal dan peluru musuh, serta sistem pertahanan militer dan juga pertahanan rudal yang besar.

administrator
Menyebarkan berita berita <a><b>Militer Indonesia</b></a> dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *