Maskapai nasional Air India secara resmi menghentikan sementara operasional seluruh armada Boeing 787-8 Dreamliner menyusul laporan teknis krusial terkait potensi kegagalan sistem kontrol bahan bakar. Langkah preventif ini diambil setelah seorang awak kokpit mendeteksi anomali pada sakelar pengontrol bahan bakar pasca-pendaratan di Bengaluru, India selatan, setelah menempuh rute internasional dari London.
Detail Investigasi dan Respon Regulator
Manajemen Air India telah meneruskan temuan ini kepada Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) dengan status prioritas tinggi. Investigasi internal kini difokuskan pada integritas mekanis komponen kokpit yang menjadi jalur vital distribusi bahan bakar ke mesin pesawat. Langkah ini merupakan bentuk mitigasi risiko guna menghindari kegagalan sistemik saat penerbangan berlangsung.
Menanggapi situasi tersebut, pihak Boeing menyatakan komitmennya untuk mendukung proses peninjauan teknis yang dilakukan oleh mitra mereka. “Kami sedang berhubungan intensif dengan Air India dan mendukung penuh investigasi atas masalah ini,” ujar juru bicara Boeing dalam pernyataan resminya.
Korelasi Strategis dengan Tragedi Ahmedabad 2025
Keputusan penghentian operasional ini memiliki signifikansi besar mengingat insiden serupa yang terjadi pada Juni 2025. Kecelakaan fatal tersebut melibatkan model pesawat yang sama dan mengakibatkan 260 korban jiwa tak lama setelah lepas landas dari bandara Ahmedabad di India bagian barat. Berikut adalah ringkasan data terkait insiden tersebut:
| Parameter | Detail Insiden |
| Lokasi Kejadian | Ahmedabad, India Barat |
| Model Pesawat | Boeing 787-8 Dreamliner |
| Total Korban | 260 Jiwa |
| Temuan Awal AAIB | Kegagalan Mekanisme Sakelar Bahan Bakar |
Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) dalam laporan awal bulan Juli lalu mengidentifikasi bahwa mesin pesawat mati secara mendadak akibat sakelar bahan bakar yang berpindah secara anomali dari posisi run ke cut off. Hingga saat ini, otoritas terkait masih mendalami penyebab teknis di balik perpindahan posisi sakelar tersebut.
Dinamika Regulasi dan Standar Keamanan
Meskipun Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa mekanisme sakelar pada Boeing 787 memenuhi standar keamanan, DGCA India mengambil posisi yang lebih konservatif. Regulator India telah menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap sakelar kokpit pada seluruh armada Boeing 787 dan 737 yang beroperasi di negara tersebut.
Hingga Senin (2/2/2026), Air India menegaskan bahwa pemeriksaan rutin sebelumnya tidak menemukan adanya cacat pada mekanisme penguncian sakelar. Namun, demi menjaga integritas keselamatan penerbangan nasional, seluruh armada akan tetap berada di darat hingga verifikasi teknis final selesai dilakukan oleh tim ahli.
Analisis mengenai penghentian operasional armada ini didasarkan pada laporan resmi Air India, pernyataan korporasi Boeing, serta data investigasi dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) yang dirilis pada Februari 2026.