Teknologi

Aksi ‘Cancel ChatGPT’ di AS: Lonjakan Uninstall dan Rating Buruk, Cerminan Protes Pengguna yang Nyata

Kontroversi kemitraan OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah memicu gelombang protes signifikan dari warganet AS, yang berdampak langsung pada performa aplikasi ChatGPT di pasar domestik. Setelah CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan kesepakatan untuk mengerahkan model AI ke jaringan terklasifikasi pemerintah, seruan ‘uninstall ChatGPT’ dan migrasi massal ke Claude, chatbot AI pesaing dari Anthropic, segera menggema di media sosial.

Efek dari protes ini tidak main-main, tercermin dari lonjakan drastis pada angka uninstall dan penurunan rating aplikasi ChatGPT. Di sisi lain, Anthropic, yang menolak kerja sama serupa dengan Departemen Pertahanan, justru meraup keuntungan besar, menunjukkan pergeseran dinamika kepercayaan pengguna di lanskap AI yang semakin kompleks.

Kontroversi OpenAI dan Kemitraan dengan Departemen Pertahanan AS

Pemicu utama gejolak ini adalah pengumuman Sam Altman pada Sabtu, 28 Februari 2026, bahwa OpenAI telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS. Kemitraan ini bertujuan untuk mengimplementasikan model AI OpenAI dalam jaringan terklasifikasi milik pemerintah.

Pernyataan Sam Altman dan Kekhawatiran Publik

Altman menegaskan bahwa kerja sama tersebut tetap berpegang pada dua prinsip utama: larangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk sistem senjata otonom. Ia menyatakan bahwa Departemen Pertahanan menyetujui prinsip-prinsip ini dan memasukkannya ke dalam perjanjian. OpenAI juga berjanji akan membangun perlindungan teknis tambahan, mengerahkan insinyur lapangan untuk pengawasan, serta membatasi penggunaan model di jaringan cloud.

Namun, pernyataan tersebut gagal meredam kekhawatiran publik. Sebuah Community Note yang muncul di unggahan Altman di X (sebelumnya Twitter) menyoroti bahwa pejabat pemerintah menyatakan model OpenAI dapat digunakan untuk “semua tujuan yang sah secara hukum”. Frasa ini memicu kekhawatiran luas, mengingat interpretasi hukum pasca-peristiwa 11 September yang dinilai memberi ruang lingkup yang sangat luas terkait pengumpulan data dan penggunaan teknologi.

Gelombang Protes Pengguna dan Dampaknya pada ChatGPT

Reaksi pengguna terhadap kemitraan OpenAI dengan Departemen Pertahanan AS langsung terlihat pada metrik performa aplikasi ChatGPT.

Lonjakan Uninstall dan Penurunan Unduhan

Data dari perusahaan intelijen pasar Sensor Tower menunjukkan lonjakan signifikan pada jumlah uninstall ChatGPT di Amerika Serikat. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, tidak lama setelah pengumuman kerja sama, angka uninstall melonjak 295 persen secara harian. Sebagai perbandingan, rata-rata tingkat uninstall harian ChatGPT dalam 30 hari sebelum pengumuman hanya sekitar 9 persen, menandakan lonjakan sekitar 33 kali lipat dari pola normalnya. Ini adalah bukti nyata protes langsung dari sebagian pengguna.

Tidak hanya uninstall, pertumbuhan unduhan (download) ChatGPT di AS juga terdampak. Sensor Tower mencatat unduhan chatbot AI yang memiliki 900 juta pengguna mingguan ini turun 13 persen secara harian pada 28 Februari. Penurunan berlanjut pada Minggu, 1 Maret 2026, dengan angka unduhan kembali turun 5 persen secara harian. Padahal, sehari sebelum pengumuman resmi, unduhan ChatGPT sempat tumbuh 14 persen.

Rating Aplikasi Terjun Bebas

Gelombang protes juga tercermin jelas dalam ulasan aplikasi. Jumlah rating bintang satu untuk ChatGPT melonjak 775 persen pada Sabtu, lalu naik lagi 100 persen pada Minggu. Sementara itu, rating bintang lima dilaporkan turun 50 persen pada periode yang sama, menunjukkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan basis pengguna.

Kebangkitan Claude: Pesaing Berprinsip dari Anthropic

Di tengah penurunan performa ChatGPT, rivalnya, Claude buatan Anthropic, justru mencatat lonjakan signifikan, mengukuhkan posisinya sebagai alternatif yang menarik bagi pengguna yang peduli etika.

Penolakan Kemitraan Militer dan Lonjakan Pengguna

Anthropic mengambil posisi yang kontras dengan OpenAI. Perusahaan yang dipimpin Dario Amodei, mantan eksekutif OpenAI yang hengkang pada 2021, secara tegas menolak kerja sama jika model AI mereka digunakan untuk pengawasan massal domestik atau sistem senjata otonom penuh. Penolakan ini diumumkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, setelah Anthropic menyatakan tidak akan bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS.

Sikap prinsipil Anthropic ini langsung membuahkan hasil. Pada Jumat, 27 Februari 2026, unduhan Claude di AS naik 37 persen. Keesokan harinya, Sabtu, unduhan kembali melonjak 51 persen. Juru bicara Anthropic menyebut jumlah pengguna gratis meningkat lebih dari 60 persen sejak Januari, dengan pendaftaran harian memecahkan rekor sepanjang sejarah perusahaan selama sepekan terakhir. Jumlah pelanggan berbayar juga disebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini.

Dominasi di App Store AS dan Ekspansi Global

Menurut data Sensor Tower, Claude berhasil menempati posisi nomor satu di App Store AS pada Sabtu dan masih bertahan di posisi tersebut hingga awal pekan ini. Firma analitik lain, Appfigures, bahkan mencatat kenaikan unduhan Claude di AS mencapai 88 persen secara harian pada Sabtu. Untuk pertama kalinya, total unduhan harian Claude melampaui ChatGPT di pasar AS, mendorong aplikasi ini melesat ke posisi nomor satu di kategori aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store AS pada Sabtu malam waktu setempat.

Sebelumnya, posisi ini lama didominasi ChatGPT. Pada akhir Januari, Claude masih berada di luar 100 besar, dan sepanjang Februari, posisinya sempat berada di sekitar 20 besar. Dalam beberapa hari terakhir, peringkatnya melonjak tajam dari posisi keenam, lalu keempat, hingga akhirnya menempati posisi pertama pada 28 Februari. Claude juga tercatat menjadi aplikasi gratis nomor satu di iPhone di sejumlah negara lain, termasuk Belgia, Kanada, Jerman, Luksemburg, Norwegia, dan Swiss.

Implikasi Industri dan Perpecahan Silicon Valley-Washington

Kontroversi ini tidak hanya memengaruhi performa aplikasi, tetapi juga memperuncing perpecahan antara komunitas teknologi di Silicon Valley dan pemerintah di Washington, D.C.

Reaksi Pemerintah AS dan Risiko Rantai Pasok

Sikap Anthropic yang menolak kerja sama militer memicu reaksi keras dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Pemerintah memerintahkan lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi Anthropic. Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan meminta agar perusahaan tersebut ditetapkan sebagai risiko rantai pasok terhadap keamanan nasional, yang berarti kontraktor dilarang bekerja sama secara komersial dengan Anthropic, dengan masa transisi enam bulan.

Masa Depan Etika AI dan Persaingan Pasar

Situasi ini menyoroti dilema etika yang dihadapi perusahaan AI, terutama terkait potensi penggunaan teknologi mereka untuk pengawasan massal atau sistem senjata otonom. Meskipun ChatGPT masih menjadi pemain terbesar di pasar AI konsumen dengan 900 juta pengguna mingguan, gelombang protes ini menunjukkan bahwa pengguna semakin peduli terhadap nilai-nilai dan kebijakan di balik teknologi yang mereka gunakan. Pergeseran preferensi pengguna ini dapat membentuk kembali lanskap persaingan di industri AI, mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam kemitraan strategis mereka, sebagaimana dihimpun dari laporan TechCrunch.