Internasional

Iran Ancam Serang Pasukan Amerika Serikat di Selat Hormuz

Militer Iran mengeluarkan peringatan keras akan menyerang pasukan Amerika Serikat jika nekat memasuki kawasan Selat Hormuz. Ancaman ini muncul usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana Washington untuk mulai mengawal kapal-kapal melintasi jalur perairan vital yang saat ini diblokade Iran.

Pernyataan Tegas Militer Iran

Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari komando pusat militer Iran menegaskan bahwa setiap kehadiran militer asing di wilayah tersebut akan dianggap sebagai sasaran sah. Ia secara spesifik menyoroti pergerakan militer Amerika Serikat yang dinilai agresif.

“Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing — terutama militer AS yang agresif — jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang,” kata Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB.

Abdollahi menambahkan bahwa keamanan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Pihaknya mewajibkan setiap koordinasi jalur aman harus melalui otoritas militer mereka tanpa terkecuali.

Rencana Operasi Kemanusiaan Amerika Serikat

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer Amerika Serikat akan turun tangan membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Langkah tersebut diklaim sebagai misi kemanusiaan karena banyak kapal mulai kehabisan stok logistik.

Operasi pembebasan kapal tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (4/5) pagi waktu setempat. Trump memastikan bahwa pihak Amerika Serikat akan menjamin keamanan seluruh awak dan kapal selama melintasi jalur laut strategis tersebut.

“Saya telah memberi tahu perwakilan saya untuk memberitahu mereka bahwa kami akan menggunakan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan aman dari Selat,” ujar Trump.

Negosiasi dan Risiko Keamanan

Meski situasi memanas, Trump mengungkapkan bahwa perwakilannya sedang melakukan diskusi yang sangat positif dengan pihak Iran. Ia berharap pembicaraan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Trump menyebut pembebasan selat ini adalah isyarat kemanusiaan dari AS dan negara-negara Timur Tengah, termasuk untuk kepentingan Iran. Namun, ia juga memberikan peringatan keras bagi pihak-pihak yang mencoba menghalangi operasi tersebut.

“Siapa pun yang mengganggu akan ditindak tegas,” tegas Trump. Saat ini, jalur perdagangan global tersebut masih dalam pengawasan ketat kedua belah pihak dengan risiko konflik terbuka yang terus dipantau dunia.