Sekelompok aktivis yang menamakan diri “Robins des Ruelles” (Robin di Gang-Gang) melakukan aksi pencurian terorganisir di sebuah toko makanan sehat di Montreal, Kanada, pada Selasa malam, 03 Februari 2026. Barang-barang yang dicuri kemudian didistribusikan kepada warga sebagai bentuk protes politik terhadap lonjakan inflasi pangan yang signifikan di negara tersebut.
Latar Belakang Aksi dan Konteks Ekonomi
Insiden ini melibatkan sekitar 60 individu, beberapa di antaranya mengenakan atribut khas Robin Hood, yang memasuki toko Rachelle Bery dan mengambil berbagai produk makanan tanpa melakukan pembayaran. Aksi ini diklaim sebagai langkah politik untuk menyoroti tekanan ekonomi yang kian memberatkan masyarakat Kanada.
Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada Desember 2025, ketika kelompok yang sama menyerbu toko kelontong di Montreal dengan mengenakan kostum Sinterklas dan elf, mencuri makanan dan meninggalkannya sebagai kado. Isu biaya hidup menjadi perhatian utama di Kanada, dengan inflasi pangan tercatat tumbuh 4,7 persen antara November 2024 dan 2025, angka yang dua kali lipat dari tingkat inflasi umum.
“Setiap hari, kami bekerja tanpa henti, hanya untuk bisa membeli makanan di supermarket yang berorientasi pada keuntungan itu,” ujar Francis, salah satu anggota kelompok. Ia menambahkan bahwa tekanan ekonomi saat ini sudah di luar batas, menegaskan, “Ketika memiliki dua pekerjaan pun tidak cukup untuk makan, memiliki tempat tinggal, dan menghidupi keluarga, segala cara menjadi sah.”
Modus Operandi dan Respon Pihak Berwenang
Video aksi pencurian di toko Rachelle Bery diunggah oleh organisasi aktivis Les Soulevements du Fleuve di Instagram. Video tersebut, yang disunting dengan nuansa film klasik 1938 “The Adventures of Robin Hood”, menampilkan individu-individu bermasker yang dengan tenang mengambil makanan, obat-obatan, hingga sabun dari lorong toko.
Beberapa anggota kelompok juga terlihat menggunakan cat semprot untuk menonaktifkan lensa kamera pengawas (CCTV) baik di area dalam maupun luar toko, menunjukkan tingkat perencanaan dalam aksi tersebut.
Petugas hubungan media Kepolisian Montreal, Jean-Pierre Brabant, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah membuka penyelidikan atas insiden pencurian dan vandalisme tersebut pada Rabu, 04 Februari 2026. Meskipun tidak ada laporan korban luka, hingga saat ini belum ada penangkapan yang dilakukan.
Brabant memperkirakan nilai barang curian mencapai ribuan dolar AS, estimasi yang juga diterbitkan oleh kelompok Robin des Ruelles pada Rabu, 04 Februari 2026. Pihak kepolisian menyatakan belum menemukan satu pun barang curian tersebut. Terkait insiden serupa pada Desember 2025, penyelidikan masih berlangsung tanpa adanya tersangka yang diamankan.
Analisis mengenai aksi protes ini didasarkan pada laporan media internasional, pernyataan resmi Kepolisian Montreal, dan klaim publik dari kelompok aktivis “Robins des Ruelles” yang dirilis melalui platform media sosial pada 04 Februari 2026.