Amazfit, pemain kunci di segmen perangkat wearable, secara resmi meluncurkan smartwatch terbarunya, Amazfit T-Rex Ultra 2, pada Senin (19/2/2026). Dirancang sebagai evolusi dari lini T-Rex yang dikenal tangguh, perangkat ini menargetkan para petualang dan profesional outdoor dengan serangkaian peningkatan signifikan pada material, performa layar, dan daya tahan baterai.
Desain dan Konstruksi: Ketahanan Titanium untuk Medan Ekstrem
T-Rex Ultra 2 kini mengadopsi material premium dengan bezel, tombol, dan penutup belakang yang terbuat dari titanium Grade-5, dipadukan dengan bodi polimer yang diperkuat serat. Kombinasi ini menghasilkan bobot yang relatif ringan, sekitar 89,2 gram, tanpa mengorbankan durabilitas. Smartwatch ini memiliki sertifikasi ketahanan air 10 ATM, memungkinkannya digunakan untuk berenang hingga menyelam, bahkan dilengkapi sertifikasi khusus untuk penggunaan bawah air. Lebih lanjut, perangkat ini dirancang untuk beroperasi optimal pada suhu ekstrem, mulai dari -30 derajat Celcius.
Layar AMOLED 3.000 Nits: Visibilitas Superior di Bawah Terik Matahari
Salah satu peningkatan paling mencolok adalah sektor layar. T-Rex Ultra 2 dibekali panel AMOLED 1,5 inci yang dilindungi kaca safir tahan gores. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nits, sebuah lompatan signifikan dari 1.000 nits pada generasi sebelumnya. Angka ini memastikan visibilitas konten yang optimal bahkan di bawah sinar matahari langsung, krusial bagi pengguna di luar ruangan.
Daya Tahan Baterai 30 Hari: Mitra Andal untuk Ekspedisi Jarak Jauh
Aspek daya tahan baterai menjadi keunggulan utama dengan kapasitas 870 mAh. Amazfit mengklaim T-Rex Ultra 2 mampu bertahan hingga 30 hari dalam penggunaan normal. Saat mode GPS diaktifkan, daya tahan berkisar 50 jam, tergantung konfigurasi. Kapasitas ini menempatkannya sebagai pilihan menarik bagi pendaki gunung, pelari trail, atau ekspedisi panjang yang membutuhkan perangkat navigasi tanpa sering mengisi daya.
Navigasi Mandiri dan Pemetaan Offline: Eksplorasi Tanpa Batas
Sistem navigasi T-Rex Ultra 2 ditingkatkan secara substansial. Perangkat ini mendukung enam sistem satelit global untuk pelacakan lokasi yang lebih cepat dan akurat, serta menawarkan navigasi belokan demi belokan tanpa ketergantungan pada ponsel. Melalui aplikasi Zepp, pengguna dapat mengunduh peta global berwarna, merencanakan rute offline hingga 100 km, mencari point of interest (POI), melihat profil elevasi, dan mendapatkan rute alternatif secara real-time. Fitur ini esensial untuk eksplorasi di area tanpa sinyal seluler.
- Sistem satelit: Mendukung enam sistem untuk akurasi tinggi.
- Peta offline: Mampu menyimpan peta global berwarna dan rute hingga 100 km.
- Fitur khusus: Checkpoint dan pengingat untuk menandai lokasi penting.
Fitur Penunjang Outdoor dan Konektivitas Komprehensif
Untuk menunjang aktivitas luar ruang, T-Rex Ultra 2 dilengkapi senter LED dual-mode dengan tingkat kecerahan yang dapat diatur dan mode SOS darurat. Tersedia pula lampu hijau rendah interferensi untuk penggunaan night-vision. Analisis performa ditingkatkan dengan dukungan pace yang disesuaikan kemiringan dan segmentasi tanjakan yang lebih detail. Smartwatch ini juga terintegrasi dengan speaker dan mikrofon, memungkinkan panggilan Bluetooth dan notifikasi suara. Dengan penyimpanan internal 64 GB, pengguna dapat menyimpan peta, musik, dan data aktivitas langsung di perangkat, ditambah dukungan NFC untuk pembayaran nirsentuh.
Posisi Pasar dan Harga: Menantang Dominasi di Segmen Rugged Smartwatch
Amazfit T-Rex Ultra 2 dipasarkan dengan harga 549,99 dollar AS, atau sekitar Rp 9,2 jutaan (kurs saat ini). Ketersediaannya dimulai melalui situs resmi Amazfit dan Amazon. Dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, T-Rex Ultra 2 menempatkan diri sebagai pesaing serius di segmen rugged smartwatch, bersaing dengan produk dari Garmin atau Suunto yang telah lama mendominasi. Peningkatan signifikan pada layar, material, dan kemampuan navigasi mandiri menjadi nilai jual utama untuk menarik konsumen yang mencari perangkat tangguh dengan fitur premium.
Informasi peluncuran ini dihimpun dari laporan KompasTekno yang mengutip Gizmochina.