Sebuah drone pengantar paket Prime Air MK30 milik Amazon mengalami insiden serius pada Rabu, 4 Februari 2026, ketika menabrak sisi sebuah gedung apartemen di Richardson, pinggiran Dallas, Texas. Insiden ini, yang terekam oleh seorang warga, menyebabkan drone jatuh ke tanah, mengeluarkan asap, dan memicu respons darurat serta penyelidikan internal oleh Amazon.
Peristiwa ini terjadi hanya dua minggu setelah Amazon menghentikan sementara program pengiriman drone komersialnya di Texas dan Arizona menyusul kecelakaan serupa. Insiden sebelumnya, yang melibatkan dua drone di fasilitas pengujian di Pendleton, Oregon, disebut disebabkan oleh malfungsi perangkat lunak yang dipicu oleh hujan ringan.
Kronologi Insiden dan Respon
Menurut laporan saksi mata, Cesarina “Cessy” Johnson, drone tersebut menghantam bangunan dan jatuh di dekat pintu masuk depan. Video yang direkam Johnson menunjukkan puing-puing drone beterbangan setelah benturan. Setelah jatuh, baling-baling drone masih berputar, disertai bau terbakar dan percikan api, meskipun tidak ada kebakaran besar yang terjadi di lokasi.
Petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk memeriksa drone yang berasap. Tak lama kemudian, tim dari Amazon datang untuk mengumpulkan potongan-potongan drone dan memuatnya ke dalam truk. Pihak Amazon menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan menyatakan sedang melakukan penyelidikan aktif untuk menentukan penyebab kejadian. Perusahaan juga berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada bagian bangunan yang terdampak tabrakan.
Implikasi Regulasi dan Industri
Insiden ini kembali menyoroti tantangan dalam pengembangan dan implementasi sistem pengiriman nirawak komersial. Drone MK30 Amazon telah digunakan untuk mengirim paket di College Station, Texas, dan Tolleson, Arizona, setelah memperoleh persetujuan dari Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) pada Oktober. Di wilayah Texas Utara, termasuk Richardson, Amazon memulai layanan pengiriman drone pada Desember, bersaing dengan perusahaan ritel lain seperti Walmart yang juga menawarkan layanan serupa.
Serangkaian insiden ini berpotensi memicu tinjauan lebih lanjut dari FAA mengenai protokol keselamatan dan keandalan operasional sistem nirawak komersial. Kepercayaan publik terhadap teknologi pengiriman otonom menjadi krusial bagi ekspansi layanan ini di masa depan.
Analisis mengenai insiden ini didasarkan pada laporan media lokal, rekaman saksi mata, dan pernyataan resmi juru bicara Amazon, Terrence Clark, yang dirilis pada 6 Februari 2026.