Internasional

Amerika Serikat: Bantah Klaim Serangan Rudal Iran terhadap USS Abraham Lincoln di Teluk Persia di Tengah Eskalasi Regional

WASHINGTON – Amerika Serikat pada Senin, 02 Maret 2026, secara tegas membantah klaim Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menyatakan kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln dihantam empat rudal balistik di Teluk Persia. Bantahan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang signifikan pasca-operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran.

Klaim Teheran dan Bantahan Washington

IRGC sebelumnya mengumumkan bahwa USS Abraham Lincoln telah menjadi sasaran empat rudal balistik menyusul serangan AS-Israel yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan Garda Revolusi yang dimuat media lokal juga memperingatkan bahwa “darat dan laut akan menjadi kuburan bagi para agresor teroris.”

Namun, Komando Pusat AS (CENTCOM) dengan cepat menepis klaim tersebut. Melalui unggahan di platform X pada Minggu (1/3/2026), CENTCOM menyatakan, “Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat.” Pentagon juga menguatkan bantahan ini, menegaskan bahwa kapal induk tersebut tetap beroperasi secara penuh dan terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye CENTCOM dalam membela kepentingan Amerika di kawasan.

Konteks Eskalasi Regional dan Operasi Militer

Perang klaim ini terjadi di tengah periode ketegangan yang memuncak di Timur Tengah. Operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran telah memasuki hari kedua, memicu serangan balasan dari Teheran menggunakan drone dan rudal yang menargetkan aset AS serta negara-negara Teluk. Insiden ini menandai babak baru dalam dinamika kekuatan regional pasca-kematian pejabat senior Iran.

Dalam perkembangan terpisah, CENTCOM mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menyerang sebuah korvet milik Iran pada awal “Operation Epic Fury”. Kapal tersebut dilaporkan sedang tenggelam di dermaga Chah Bahar, Teluk Oman. CENTCOM juga mengeluarkan peringatan kepada anggota angkatan bersenjata Iran, IRGC, dan polisi untuk “meletakkan senjata Anda” dan “tinggalkan kapal.”

Kapabilitas Strategis USS Abraham Lincoln

USS Abraham Lincoln adalah salah satu kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, yang ditenagai oleh reaktor nuklir. Dengan panjang 333 meter, kapal ini memiliki kapasitas untuk mengangkut sekitar 100.000 ton peralatan, termasuk 65 pesawat tempur dan berbagai sistem rudal canggih.

Kapal induk ini dikerahkan ke Teluk Persia pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari “armada” yang dipindahkan ke kawasan tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan pengerahan ini bertujuan untuk “berjaga-jaga” di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, menegaskan komitmen AS terhadap stabilitas dan keamanan maritim di jalur pelayaran vital tersebut.

Analisis mengenai klaim dan bantahan serangan rudal ini didasarkan pada pernyataan resmi US Central Command (CENTCOM) dan Pentagon, serta laporan dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dirilis pada awal Maret 2026.