Internasional

Amerika Serikat dan Israel Luncurkan Serangan Udara di Minab, Iran: Sekolah Putri Diduga Jadi Target Utama, Menewaskan 165 Orang

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebuah serangan udara yang diklaim oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam sekolah putri “Shajerah Tayyebeh” di Minab, Iran, menewaskan 165 orang, sebagian besar anak perempuan berusia 7-12 tahun. Insiden ini memicu kecaman internasional dan pertanyaan serius mengenai kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, terutama mengingat lokasi target yang diduga merupakan fasilitas sipil.

Latar Belakang Geostrategis Minab

Kota Minab, yang terletak di Provinsi Hormozgan, Iran tenggara, memiliki signifikansi geostrategis yang krusial. Kawasan ini menghadap langsung ke Selat Hormuz dan perairan Teluk Persia, menjadikannya pusat operasional utama bagi Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), atau yang dikenal sebagai NESDA. Angkatan Laut IRGC dikenal mengadopsi strategi perang asimetris, yang mengandalkan pengerahan kapal cepat, drone, dan platform rudal pantai untuk mengganggu pelayaran atau menargetkan kapal angkatan laut musuh.

Dalam konteks ini, kompleks militer “Sayyid al-Shuhada” di Minab menjadi vital, mencakup markas-markas utama seperti Brigade Asif. Brigade rudal Asif diakui sebagai salah satu sayap serang terpenting Angkatan Laut IRGC, memperkuat kapabilitas pertahanan dan proyeksi kekuatan Iran di kawasan Teluk.

Afiliasi Sekolah dan Status Hukum Internasional

Investigasi terhadap sumber terbuka dan catatan resmi Iran mengungkapkan bahwa Sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab merupakan bagian dari jaringan sekolah yang secara struktural dan administratif berafiliasi dengan Angkatan Laut IRGC. Lembaga-lembaga ini diklasifikasikan sebagai sekolah nirlaba yang utamanya menyediakan layanan pendidikan bagi putra dan putri anggota Angkatan Laut IRGC. Prosedur penerimaan memprioritaskan anak-anak personel militer, meskipun pendaftaran untuk anak-anak di luar anggota pasukan IRGC juga dibuka pada hari-hari tertentu.

Namun, Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med menegaskan bahwa hubungan administratif atau identitas orang tua tidak mengubah status hukum sekolah sebagai fasilitas sipil di bawah hukum humaniter internasional, kecuali jika sekolah tersebut digunakan secara langsung dalam operasi militer. Anak-anak yang bersekolah di sana tetap menjadi individu yang dilindungi dengan perlindungan khusus dalam konflik bersenjata, termasuk larangan penargetan yang disengaja atau serangan yang dapat membahayakan mereka. Euro-Med menyebut pengeboman sekolah tersebut sebagai “kejahatan mengerikan” dan menekankan bahwa keberadaan fasilitas militer di dekatnya tidak membebaskan pasukan dari kewajiban hukum untuk memverifikasi sifat target secara cermat.

Investigasi dan Bukti Kontradiktif

Juru bicara Departemen Pertahanan AS dan tentara Israel menyatakan ketidaktahuan mengenai sekolah yang terkena serangan, sementara beberapa laman dan akun media sosial terkait Israel mengklaim lokasi tersebut adalah bagian dari pangkalan IRGC. Namun, analisis mendalam oleh unit investigasi digital Al Jazeera, berdasarkan citra satelit selama lebih dari satu dekade, klip video terbaru, laporan berita, dan pernyataan resmi Iran, menyajikan narasi yang kontradiktif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sekolah itu telah terpisah dari lokasi militer setidaknya selama 10 tahun terakhir, menimbulkan pertanyaan mendasar tentang akurasi informasi intelijen yang menjadi dasar serangan.

Bukti pendukung lainnya adalah Klinik Spesialis Syahid Absalan, yang lokasinya lebih dekat dengan kompleks militer, justru tidak terdampak serangan. Klinik seluas 5.700 meter persegi ini, yang dibuka pada Januari 2025, memiliki gerbang terpisah untuk pasien sipil. Pola serangan menunjukkan rudal menghantam pangkalan militer dan sekolah, namun melewati kompleks klinik yang berada di antara keduanya tanpa menyentuhnya. Hal ini mengindikasikan kapabilitas intelijen yang cukup mutakhir untuk menyelamatkan sebuah klinik yang baru beroperasi satu tahun, namun gagal mengidentifikasi sebuah sekolah dasar yang telah berdiri lebih dari satu dekade dan terpisah dari kompleks militer.

Serangan udara AS-Israel dimulai pada Sabtu pagi, hari pertama minggu sekolah di Iran. Citra satelit yang terdokumentasi menunjukkan bahwa bangunan sekolah masih utuh hingga pukul 10.23 pagi waktu setempat. Sumber-sumber lokal dan resmi Iran melaporkan bahwa pada pukul 10.45 pagi, sekolah tersebut terkena langsung oleh rudal berpemandu. Analisis Al Jazeera terhadap dua klip video yang diunggah tak lama setelah pengeboman menunjukkan dua kolom asap hitam tebal yang naik secara bersamaan dari dalam pangkalan militer dan sekolah putri yang terpisah secara geografis. Jarak yang terlihat antara kedua kolom tersebut sesuai dengan jarak yang memisahkan kedua area seperti yang ditunjukkan oleh citra satelit, membantah klaim bahwa kerusakan pada sekolah disebabkan oleh pecahan peluru dari pangkalan terdekat.

Analisis mengenai insiden ini didasarkan pada citra satelit dan investigasi digital Al Jazeera, serta pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Iran dan laporan dari Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med yang dirilis pada awal Maret 2026.