Internasional

Amerika Serikat: Kecam Penundaan Izin Pangkalan Diego Garcia oleh Inggris di Tengah Eskalasi Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas penundaan izin penggunaan pangkalan udara strategis Diego Garcia. Washington berencana menggunakan fasilitas tersebut untuk operasi militer terhadap Iran, menyusul eskalasi ketegangan regional pasca-serangan gabungan AS-Israel. Insiden ini menyoroti potensi keretakan dalam aliansi transatlantik di tengah krisis keamanan Timur Tengah.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan di kawasan Teluk memuncak setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Pasca-serangan tersebut, Iran merespons dengan menargetkan sejumlah negara Teluk menggunakan rudal. Pada Minggu, 1 Maret 2026, sebuah pesawat nirawak (drone) buatan Iran bahkan menghantam pangkalan militer Inggris RAF Akrotiri di Siprus, menyebabkan kerusakan terbatas tanpa korban jiwa. Inggris sendiri menegaskan tidak terlibat dalam operasi serangan udara gabungan AS-Israel tersebut.

Dinamika Pangkalan Diego Garcia

Dalam wawancara dengan Daily Telegraph pada Senin, 2 Maret 2026, Presiden Trump menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap Perdana Menteri Starmer. Trump mengkritik penundaan keputusan Starmer untuk mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan Diego Garcia, sebuah fasilitas strategis bersama di Samudra Hindia. Meskipun izin akhirnya diberikan pada Minggu malam, 1 Maret 2026, penggunaannya dibatasi hanya untuk serangan yang bersifat “defensif” terhadap target Iran. Trump menyebut situasi ini “mungkin belum pernah terjadi sebelumnya” dalam hubungan kedua negara, menduga adanya kekhawatiran Starmer terkait aspek legalitas. Ia juga menekankan tanggung jawab Iran atas hilangnya nyawa warga Inggris, menegaskan bahwa izin seharusnya diberikan sejak awal.

Implikasi Geopolitik dan Aliansi

Penundaan izin dan pembatasan penggunaan pangkalan Diego Garcia oleh Inggris mengindikasikan adanya perbedaan pendekatan strategis antara Washington dan London dalam menghadapi ancaman regional. Selain isu pangkalan, Presiden Trump juga mengkritik kesepakatan yang dibuat oleh Perdana Menteri Starmer terkait kedaulatan Kepulauan Chagos, lokasi pangkalan Diego Garcia. Perselisihan ini berpotensi memengaruhi koordinasi pertahanan dan diplomasi antara kedua sekutu kunci di tengah dinamika kekuatan global yang kompleks.

Analisis mengenai dinamika diplomatik dan militer ini didasarkan pada laporan media internasional, termasuk wawancara Presiden Trump dengan Daily Telegraph pada 2 Maret 2026, serta pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Inggris terkait insiden di RAF Akrotiri.