Internasional

Amerika Serikat: Kerahkan Dua Kapal Induk ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan Nuklir Iran

Kapal induk bertenaga nuklir terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, tiba di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Teluk Souda, Kreta, Yunani, pada Senin, 23 Februari 2026. Kedatangan kapal induk ini merupakan bagian dari langkah Washington untuk memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah, sebuah pengerahan yang signifikan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait program nuklirnya. Setelah mencapai tujuan akhir penugasannya, USS Gerald R Ford dijadwalkan bergabung dengan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan yang sama, menandai peristiwa langka pengerahan dua kapal induk AS secara simultan di satu wilayah.

Latar Belakang Eskalasi Nuklir dan Geopolitik

Pengerahan USS Gerald R Ford berlangsung saat hubungan Washington dan Teheran kembali memanas. Ketegangan ini berpusat pada program nuklir Iran, yang oleh negara-negara Barat dikhawatirkan bertujuan untuk mengembangkan senjata atom. Teheran, di sisi lain, secara konsisten menegaskan bahwa program nuklirnya sepenuhnya bertujuan damai.

Pada masa jabatan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari Kesepakatan Nuklir 2015 (JCPOA) dengan Iran. Perjanjian tersebut membatasi aktivitas atom Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional. Pasca-penarikan AS, Iran mulai memperkaya uranium hingga 60 persen, mendekati ambang batas 90 persen yang diperlukan untuk pembuatan bom nuklir. Upaya diplomasi nuklir pada putaran sebelumnya tahun lalu juga gagal, bertepatan dengan kampanye serangan kejutan Israel terhadap fasilitas Iran.

Penguatan Postur Militer Amerika Serikat di Kawasan

Pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Souda, yang menampung sekitar 1.000 personel militer aktif, pegawai sipil, karyawan lokal, kontraktor, dan anggota keluarga, berfungsi sebagai titik strategis. Saat ini, Washington menempatkan belasan kapal perang di Timur Tengah, termasuk satu kapal induk USS Abraham Lincoln, sembilan kapal perusak, dan tiga kapal tempur pesisir. Kapal induk seperti USS Gerald R Ford biasanya membawa puluhan pesawat tempur dan diawaki oleh ribuan pelaut, merepresentasikan kekuatan proyeksi yang substansial.

Fotografer AFP melaporkan pendaratan USS Gerald R Ford di Pulau Kreta. Kementerian Pertahanan Yunani menolak berkomentar mengenai kedatangan kapal induk tersebut, sementara Kedutaan Besar AS di Athena juga belum memberikan tanggapan resmi atas pertanyaan AFP.

Implikasi Strategis Pengerahan Armada Ganda

Pengerahan dua kapal induk secara bersamaan di satu kawasan merupakan manuver yang jarang terjadi dan memiliki implikasi strategis signifikan. Amerika Serikat terakhir kali mengerahkan dua kapal perang besar di kawasan tersebut pada Juni 2025, ketika AS membom tiga situs nuklir Iran dalam konflik 12 hari antara Israel dan Iran. Pengerahan saat ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya Washington untuk memperkuat postur deterensi (deterrence) dan kemampuan proyeksi kekuatan di Teluk Persia, mengirimkan sinyal tegas kepada Teheran.

Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada laporan media independen dan pernyataan tidak langsung dari pejabat pertahanan, serta konteks historis kebijakan luar negeri yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS.