Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi keterlibatan pasukan AS dalam serangan militer terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, pagi waktu setempat. Dalam pernyataan yang dirilis melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa operasi tempur ini bertujuan untuk menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran demi membela rakyat Amerika.
Latar Belakang dan Dinamika Negosiasi Nuklir
Konfirmasi serangan ini menyusul ketegangan yang meningkat antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran. Sehari sebelum serangan, Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap negosiasi nuklir tidak langsung yang berlangsung di Jenewa awal pekan ini. Meskipun kedua pihak sebelumnya mengindikasikan kemajuan, Trump menegaskan bahwa Iran “tidak bersedia memberi kita apa yang harus kita miliki” dan menekankan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Amerika Serikat telah secara konsisten meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Iran untuk menyepakati perjanjian baru mengenai program nuklirnya. Trump berulang kali menegaskan kesiapan AS untuk bertindak “cepat dan keras” jika diperlukan. Menanggapi pertanyaan mengenai potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah, Trump mengakui adanya risiko inheren dalam situasi perang.
Detail Operasi dan Respons Iran
Laporan dari Associated Press menyebutkan kepulan asap membubung dari pusat Ibu Kota Teheran, dengan serangan yang tampaknya menargetkan area di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Belum ada konfirmasi mengenai keberadaan Khamenei (86) di lokasi saat serangan berlangsung, meskipun seorang pejabat Iran mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Khamenei telah dipindahkan ke lokasi yang aman di luar Teheran.
Media-media Iran melaporkan bahwa sejumlah serangan juga menargetkan Direktorat Intelijen Garda Revolusi Iran (IRGC) serta beberapa titik strategis di pusat ibu kota. Sebagai respons langsung, Iran menutup wilayah udaranya. Saluran berita Pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), mengonfirmasi serangan di Teheran melalui teks berjalan di layar, meskipun siaran sempat mengalami gangguan audio sekitar pukul 06.30 GMT.
Setelah gangguan, IRINN menayangkan rekaman unjuk rasa pro-pemerintah yang telah direkam sebelumnya, disertai musik dan cuplikan arsip pernyataan Khamenei yang menyerukan persatuan melawan “musuh”, serta wawancara dengan para pendukung pemerintah yang menentang intervensi asing.
Analisis Strategis dan Implikasi Regional
Operasi militer AS di Iran ini menandai eskalasi signifikan dalam dinamika keamanan regional dan global. Tujuan yang dinyatakan oleh Presiden Trump, yaitu menghilangkan ancaman dari rezim Iran, mengindikasikan pergeseran kebijakan yang lebih agresif dalam menghadapi program nuklir dan pengaruh regional Teheran. Langkah ini berpotensi memicu respons balasan dari Iran, yang dapat memperburuk ketidakstabilan di Timur Tengah dan memengaruhi jalur pelayaran vital serta pasar energi global.
Keputusan AS untuk berpartisipasi dalam serangan ini juga menyoroti komitmen Washington terhadap keamanan Israel, yang telah lama menganggap program nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial. Dampak jangka panjang dari operasi ini terhadap arsitektur keamanan regional dan prospek diplomasi nuklir masih akan terus diamati.
Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada pernyataan resmi Presiden Amerika Serikat, laporan dari kantor berita internasional seperti Associated Press dan Reuters, serta pemberitaan dari media pemerintah Iran yang dirilis pada 28 Februari 2026.