Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 10 Februari 2026, mengonfirmasi bahwa Washington tengah mempertimbangkan pengerahan kelompok serang kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah berlangsungnya proses diplomatik yang sensitif.
Dinamika Pengerahan Armada dan Pilihan Strategis
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa diskusi internal mengenai rencana pengerahan kapal induk tambahan ini sedang berlangsung. Jika disetujui, armada tersebut akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln, kelompok serang kapal induk yang telah lebih dulu disiagakan di kawasan Teluk Persia.
Presiden Trump menggambarkan situasi bagi Iran sebagai pilihan biner antara jalur diplomasi atau konfrontasi fisik. “Entah kita akan membuat kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat sulit seperti sebelumnya,” ujar Trump kepada Axios, merujuk pada serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada Juni tahun lalu.
Prospek Diplomasi dan Tekanan Geopolitik
Trump mengindikasikan bahwa ia mengantisipasi putaran kedua negosiasi dengan para pejabat Iran yang dijadwalkan pekan depan, mengeklaim bahwa Teheran kini menunjukkan sikap yang lebih serius dalam berkomunikasi. Ia meyakini bahwa kesiapannya untuk menggunakan kekuatan militer telah secara signifikan mengubah dinamika diplomasi antara kedua negara.
“Terakhir kali mereka tidak percaya saya akan melakukannya. Kepemimpinan Iran sebelumnya telah terlalu berani mengambil risiko,” jelas Trump, seraya menyatakan optimisme bahwa kesepakatan komprehensif yang mencakup program nuklir dan pembatasan kemampuan rudal balistik Iran dapat tercapai. “Kita bisa membuat kesepakatan yang hebat dengan Iran,” tambahnya.
Dalam kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih pada Rabu, 11 Februari 2026, Presiden Trump menepis kekhawatiran akan adanya gesekan antara kedua pemimpin, menegaskan bahwa Netanyahu juga menginginkan kesepakatan yang baik. Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat, dipicu oleh akumulasi kekuatan militer AS di Teluk Persia dan ancaman berulang kali dari Presiden Trump mengenai potensi aksi militer.
Informasi mengenai potensi pengerahan armada dan pernyataan kebijakan ini didasarkan pada wawancara Presiden Trump dengan Axios pada 10 Februari 2026, serta konfirmasi dari pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengenai diskusi internal di Washington.