Internasional

Amerika Serikat: Trump Siapkan Opsi Kepemimpinan Iran Pasca-Serangan Gabungan AS-Israel di Teheran, Konflik Berlanjut

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah mengidentifikasi tiga kandidat potensial untuk memimpin Iran, menyusul serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer yang signifikan di kawasan, dengan Iran melancarkan serangan balasan terhadap target-target AS dan Israel.

Trump, dalam wawancara dengan The New York Times pada Senin (28/2/2026), menolak untuk mengungkapkan nama-nama tersebut, menegaskan bahwa pengungkapan akan dilakukan setelah operasi militer selesai. “Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang. Mari kita selesaikan pekerjaan ini dulu,” ujarnya.

Eskalasi Militer dan Respon Iran

Serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel sebelumnya telah menargetkan Teheran, mengakibatkan kematian Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah menghancurkan markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan bahwa “AS memiliki militer terkuat di dunia dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar.”

Sebagai respons, pasukan Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone, menargetkan pangkalan militer AS serta sasaran lain di seluruh Timur Tengah. Di Israel, serangan rudal Iran menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya di kota Beit Shemesh. Sirene peringatan juga berbunyi di Israel utara setelah terdeteksi adanya proyektil yang diluncurkan oleh Hizbullah, yang disebut sebagai serangan balasan atas kematian Khamenei.

Prospek Kepemimpinan dan Durasi Operasi

Presiden Trump memperkirakan bahwa operasi militer di Iran dapat berlangsung selama sekitar empat minggu atau kurang. “Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu,” kata Trump kepada Daily Mail, seraya menambahkan bahwa “Sekuat apa pun Iran, ini adalah negara yang besar, akan membutuhkan waktu empat minggu atau kurang.”

Trump mendesak Garda Revolusi, militer, dan polisi Iran untuk segera meletakkan senjata. “Ini akan menjadi kematian yang pasti. Ini tidak akan menyenangkan,” tegasnya.

Peringatan dan Posisi Teheran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam pembunuhan Khamenei sebagai “deklarasi perang terhadap umat Muslim Iran.” Pezeshkian menegaskan bahwa “Iran menganggap sebagai kewajiban dan haknya yang sah untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini.”

Ali Larijani, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, juga memperingatkan bahwa Iran akan melancarkan serangan dengan kekuatan yang belum pernah dialami sebelumnya. Para pemimpin Iran yang masih hidup menyuarakan penentangan terhadap serangan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan balasan dibenarkan sebagai bentuk pembelaan diri.

Analisis mengenai dinamika konflik ini didasarkan pada pernyataan resmi dari Gedung Putih, Komando Pusat AS, serta pejabat tinggi Iran yang dirilis pada akhir Februari 2026.