Fenomena menarik terjadi di pasar ponsel bekas Amerika Serikat, di mana iPhone 17 Pro Max, yang baru dirilis lima bulan lalu, secara mengejutkan mendominasi penjualan. Data terbaru dari Sell Cell menunjukkan perangkat ini menjadi pilihan utama bagi konsumen yang ingin menjual kembali ponsel mereka, mengindikasikan tren retensi nilai yang kuat dan perilaku konsumen yang dinamis.
Dominasi iPhone 17 Pro Max di Pasar Sekunder AS
Menurut laporan Sell Cell, platform pembanding harga gadget bekas terkemuka di AS, iPhone 17 Pro Max berhasil menguasai 11,5 persen pangsa pasar ponsel bekas pada awal Februari 2026. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari 5,1 persen yang tercatat pada akhir November 2025.
Pertumbuhan pangsa pasar ini terbilang pesat, mendorong iPhone 17 Pro Max dari peringkat kedelapan menjadi posisi teratas dalam daftar ponsel bekas terlaris hanya dalam kurun waktu 12 minggu, yakni antara akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Sell Cell mencatat bahwa peningkatan ini bersifat stabil dan berkelanjutan, bukan lonjakan mendadak.
Berikut adalah daftar ponsel bekas terlaris di AS beserta pangsa pasarnya, berdasarkan data Sell Cell periode 10 Januari hingga 9 Februari 2026:
| Ponsel | Pangsa Pasar |
|---|---|
| iPhone 17 Pro Max | 11,5% |
| iPhone 15 Pro Max | 7,3% |
| iPhone 14 Pro Max | 7,3% |
| iPhone 16 Pro Max | 7,2% |
| iPhone 13 | 7,2% |
| iPhone 13 Pro Max | 6,2% |
| iPhone 11 | 5,6% |
| iPhone 12 | 4,6% |
| iPhone 15 | 4,6% |
| iPhone 14 Pro | 4,5% |
| iPhone 17 Pro | 4,3% |
| iPhone 14 | 4,2% |
| iPhone 16 Pro | 4% |
| iPhone 15 Pro | 3,7% |
| iPhone 13 Pro | 3,5% |
| iPhone 12 Pro Max | 3,3% |
| Samsung Galaxy S25 Ultra | 3,2% |
| iPhone 17 | 3,1% |
| iPhone XR | 2,5% |
| iPhone 16e | 2,4% |
Faktor Kunci: Depresiasi Harga yang Rendah
Penyebab utama di balik dominasi iPhone 17 Pro Max di pasar sekunder adalah tingkat depresiasi harganya yang relatif rendah. Dalam 145 hari sejak peluncurannya, perangkat ini hanya mengalami penyusutan nilai sebesar 25,4 persen dari harga awal.
Angka ini jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya, iPhone 16 Pro Max, yang mengalami depresiasi sebesar 32,5 persen dalam periode perbandingan yang sama, atau selisih 7 persen lebih tinggi. Retensi nilai yang kuat ini memungkinkan pengguna untuk menjual kembali perangkat mereka dengan kerugian yang minimal.
Sell Cell juga mengungkapkan bahwa 86 persen dari iPhone 17 Pro Max bekas yang diperdagangkan berada dalam kondisi prima, mengindikasikan bahwa banyak pengguna menjual perangkat mereka dalam waktu singkat setelah pembelian. Ini memperkuat hipotesis bahwa pengguna memanfaatkan nilai jual kembali yang tinggi.
Implikasi Perilaku Konsumen dan Tren Pasar
Meskipun Sell Cell tidak merinci perangkat apa yang menjadi pilihan selanjutnya bagi para mantan pemilik iPhone 17 Pro Max, Phone Arena berspekulasi beberapa kemungkinan. Pengguna mungkin beralih ke model iPhone yang lebih terjangkau seperti iPhone 17 Pro atau iPhone 17 “reguler”, atau bahkan kembali ke iPhone 16 Pro Max.
Motivasi di balik penjualan cepat ini kemungkinan besar adalah keinginan untuk merasakan model tertinggi Apple untuk sementara waktu, kemudian beralih ke opsi yang lebih ekonomis tanpa mengalami kerugian finansial yang signifikan berkat depresiasi yang rendah. Meskipun kemungkinan kecil, beberapa pengguna juga bisa saja beralih ke ekosistem Android.
Fenomena ini menyoroti pentingnya nilai jual kembali sebagai faktor pertimbangan bagi konsumen di pasar premium, serta menunjukkan dinamika unik dalam siklus hidup produk Apple di pasar sekunder.