Dua kapal Angkatan Laut Amerika Serikat, kapal perusak berpeluru kendali USS Truxtun (DDG103) dan kapal dukungan tempur cepat USNS Supply (T-AOE-6), bertabrakan di perairan Karibia pada Rabu, 11 Februari 2026. Insiden ini terjadi saat kedua kapal tengah melaksanakan operasi pengisian ulang bahan bakar dan logistik di laut (underway replenishment/UNREP).
Komando Selatan AS melaporkan bahwa dua pelaut mengalami luka ringan dan kini dalam kondisi stabil. Meskipun kedua kapal dilaporkan telah berlayar dengan aman pasca-insiden, penyebab pasti tabrakan masih dalam investigasi.
Kronologi Insiden dan Dampak Awal
Tabrakan melibatkan USS Truxtun, sebuah kapal perusak kelas Arleigh Burke, dan USNS Supply, kapal yang dioperasikan oleh pelaut sipil di bawah kepemilikan Angkatan Laut. Peristiwa ini terjadi di perairan Karibia, dekat Amerika Selatan, namun lokasi spesifik tidak diungkapkan secara rinci oleh pihak berwenang.
Operasi UNREP, yang krusial untuk menjaga keberlanjutan misi di laut, menuntut koordinasi dan manuver presisi tinggi karena melibatkan pergerakan dua kapal dalam jarak sangat dekat. Insiden ini menyoroti risiko inheren dalam operasi maritim kompleks tersebut.
Kontekstualisasi Misi AS di Karibia
Kedua kapal yang terlibat dalam insiden ini merupakan bagian dari pengerahan militer AS di kawasan Karibia. Misi ini diinstruksikan oleh Presiden AS Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir, dengan fokus utama pada penanggulangan perdagangan narkoba dan penegakan sanksi.
USS Truxtun sebelumnya dikerahkan dari pangkalan asalnya di Naval Station Norfolk, Virginia. Sementara itu, USNS Supply beroperasi di wilayah tanggung jawab Komando Selatan AS, yang mencakup sebagian Atlantik Selatan dan Pasifik Selatan.
Pengerahan ini juga mencakup operasi penegakan sanksi terhadap minyak Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu. Militer AS melaporkan setidaknya 38 serangan mematikan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba di Pasifik timur sejak Trump kembali menjabat, termasuk insiden pada Kamis, 12 Februari 2026, yang menewaskan dua orang.
Implikasi Strategis dan Penyelidikan
Insiden tabrakan ini, meskipun dengan korban luka ringan, dapat memicu tinjauan ulang prosedur operasional standar dan protokol keselamatan dalam operasi UNREP. Penyelidikan yang sedang berlangsung akan menentukan penyebab insiden dan potensi implikasinya terhadap kesiapan operasional armada AS di kawasan strategis tersebut.
Analisis mengenai insiden ini didasarkan pada pernyataan resmi Komando Selatan AS kepada Fox News dan laporan awal dari The Wall Street Journal yang dirilis pada 12 Februari 2026.