Internasional

Arab Saudi Luncurkan Sistem Paspor Unta Digital, Perkuat Regulasi Sektor Peternakan Nasional

Riyadh, Arab Saudi secara resmi memperkenalkan sistem “paspor unta” digital sebagai bagian integral dari upaya modernisasi sektor peternakan tradisionalnya. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan identitas resmi bagi setiap unta yang terdaftar, lengkap dengan data kepemilikan, riwayat kesehatan, dan identifikasi ras. Langkah ini dipandang sebagai terobosan strategis untuk meningkatkan keterlacakan, keteraturan, dan kredibilitas pasar unta, baik di tingkat domestik maupun internasional.

Inisiatif Strategis untuk Sektor Peternakan

Proyek Paspor Unta diluncurkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi, Mansour bin Hilal Al-Mushaiti, pada Rabu, 4 Februari 2026. Program ini merupakan komponen kunci dari Program Nasional Pengembangan Sektor Peternakan dan Perikanan yang diinisiasi oleh kementerian terkait. Tujuan utamanya adalah menyatukan sistem regulasi dan digital di seluruh sektor unta, memastikan pendokumentasian resmi atas data kepemilikan, ras, serta catatan kesehatan hewan.

Dengan adanya paspor ini, setiap unta memiliki referensi resmi yang dapat digunakan untuk layanan veteriner, pengawasan regulasi, dan operasional pasar yang lebih transparan. Sistem digital ini juga diharapkan dapat meminimalkan sengketa kepemilikan dan memperkuat kepercayaan dalam transaksi jual beli.

Detail Teknis Paspor Unta

Paspor unta berfungsi sebagai dokumen identifikasi komprehensif yang memastikan setiap hewan dapat diverifikasi dan dilacak secara akurat. Dokumen ini memuat berbagai informasi penting, antara lain:

  • Nomor mikrocip
  • Nomor paspor
  • Nama unta
  • Tanggal lahir
  • Tempat lahir
  • Ras
  • Jenis kelamin
  • Warna
  • Tanggal dan lokasi penerbitan paspor
  • Foto unta dari dua sisi tubuhnya

Keberadaan foto dari dua sisi tubuh unta bertujuan untuk memastikan identifikasi visual yang akurat, terutama dalam proses jual beli atau pemeriksaan lapangan.

Sistem Pencatatan Kesehatan Terpadu

Salah satu bagian krusial dalam paspor adalah tabel vaksinasi khusus yang mencatat seluruh imunisasi veteriner yang telah diberikan kepada unta. Catatan ini disahkan secara resmi melalui nama, tanda tangan, dan stempel dokter hewan yang menangani. Dengan demikian, riwayat kesehatan hewan dapat diverifikasi kapan saja saat dibutuhkan, termasuk untuk keperluan perdagangan atau pengawasan kesehatan ternak.

Dampak Ekonomi dan Regulasi Pasar

Pemerintah menyatakan bahwa kelengkapan data dalam paspor akan menjadi fondasi utama dalam mengatur pasar unta. Informasi identitas, kepemilikan, dan kesehatan yang tercatat resmi akan digunakan dalam proses penjualan, pemindahan kepemilikan, hingga pengaturan transportasi. Sistem ini menciptakan rekam jejak yang jelas untuk setiap unta, mengurangi sengketa kepemilikan, dan meningkatkan kepercayaan antara penjual dan pembeli.

Detail dalam paspor juga berpotensi memengaruhi nilai jual unta. Harga hewan kini dapat didasarkan pada data terverifikasi seperti ras, garis keturunan, usia, serta kondisi kesehatannya. Kementerian menilai transparansi ini sangat penting terutama dalam lelang lokal dan internasional, karena pembeli memiliki dasar informasi yang jelas sebelum melakukan transaksi.

Populasi Unta dan Konteks Regional

Berdasarkan sensus yang dirilis pada Juni 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian, jumlah unta di Arab Saudi mencapai 2.235.297 ekor. Negara tersebut merupakan salah satu pemilik populasi unta terbesar di dunia, dengan perkiraan tidak resmi sekitar 80.000 pemilik unta.

Analisis mengenai implementasi sistem paspor unta ini didasarkan pada pernyataan resmi Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi yang dirilis pada 4 Februari 2026, serta data sensus populasi unta Juni 2025.