Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS akan mulai membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz di tengah perang AS-Israel melawan Iran. Pernyataan itu disampaikan setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di jalur pelayaran vital tersebut.
Hingga kini, belum jelas negara mana yang akan dibantu dalam operasi AS tersebut maupun bagaimana skema operasinya akan dijalankan. Trump juga hanya menyampaikan sedikit detail mengenai rencana bantuan bagi kapal-kapal dan awaknya yang dilaporkan “terjebak” serta kekurangan makanan dan persediaan lain.
Pernyataan Trump di Truth Social
Trump menyatakan AS telah memberi tahu negara-negara terkait bahwa Washington akan membantu mengarahkan kapal-kapal mereka keluar dari jalur air yang dibatasi. Pernyataan itu ia sampaikan melalui unggahan di Truth Social pada Minggu (3/5) waktu setempat.
“Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” kata Trump dalam sebuah unggahan di situs Truth Social miliknya pada hari Minggu (3/5) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Senin (4/5/2026).
Ratusan Kapal dan 20.000 Pelaut Tertahan
Organisasi Maritim Internasional melaporkan ratusan kapal tidak dapat melewati Selat Hormuz selama perang AS-Israel melawan Iran. Jumlah pelaut yang terdampak disebut mencapai hingga 20.000 orang.
Rencana Dukungan CENTCOM
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan akan mendukung upaya tersebut dengan 15.000 personel militer. CENTCOM juga menyiapkan lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone.
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menyebut dukungan itu berkaitan dengan keamanan kawasan dan perekonomian dunia, sekaligus berlangsung ketika AS mempertahankan blokade angkatan laut.
“Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut,” kata Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, dalam sebuah pernyataan.
Konteks Blokade dan Dampak ke Harga Minyak
Dalam periode lebih dari dua bulan, Iran disebut telah memblokade hampir semua pengiriman dari Teluk selain pengirimannya sendiri. Kondisi itu dilaporkan memicu lonjakan harga minyak.
Sejumlah kapal yang mencoba melintasi selat tersebut juga dilaporkan ditembak, sementara beberapa kapal lainnya disita Iran. Bulan lalu, AS memberlakukan blokadenya sendiri terhadap kapal-kapal dari pelabuhan Iran.
Upaya Bentuk Koalisi Internasional
Pemerintahan Trump disebut telah meminta bantuan dari negara-negara lain untuk membentuk koalisi internasional guna mengamankan pelayaran di Selat Hormuz. CENTCOM menyatakan upaya terbaru akan menggabungkan “aksi diplomatik dengan koordinasi militer.”