Internasional

AS Batalkan Penyerahan Kepulauan Chagos: Pangkalan Diego Garcia Disiagakan untuk Operasi Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi membatalkan dukungan terhadap rencana Inggris untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Keputusan strategis ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Iran, yang menempatkan pangkalan militer gabungan di Diego Garcia sebagai elemen krusial dalam proyeksi kekuatan udara dan laut AS di Samudra Hindia.

Signifikansi Strategis Diego Garcia dalam Operasi Udara

Pangkalan udara di Diego Garcia memiliki peran vital dalam menampung aset udara strategis, termasuk pesawat pengebom siluman B-2 Spirit. Keunggulan geografis pulau ini memungkinkan militer AS melancarkan serangan presisi ke fasilitas nuklir atau infrastruktur militer Iran dalam hitungan jam, sembari tetap berada di luar jangkauan serangan balasan rudal balistik konvensional Teheran.

  • Lokasi Strategis: Terletak 1.250 mil di timur laut Mauritius, memberikan jangkauan operasional luas ke Timur Tengah dan Asia Selatan.
  • Kapabilitas Logistik: Mampu melayani pesawat pengebom berat dan berfungsi sebagai pusat pengisian bahan bakar di jalur maritim utama.
  • Status Hukum: Ditetapkan sebagai Wilayah Samudra Hindia Inggris (BIOT) sejak 1965, yang kini statusnya dipertahankan demi kepentingan pertahanan global.

Mobilisasi Kekuatan Tempur di Kawasan

Laporan intelijen menunjukkan adanya konsentrasi kekuatan militer besar-besaran di sekitar Laut Arab. Selain pengerahan jet tempur F-35 dan F-16 untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara, AS telah menyiagakan gugus tugas kapal induk di posisi tempur. Langkah ini dipandang sebagai upaya deterrence sekaligus persiapan untuk opsi militer jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Aset MiliterPosisi OperasionalFungsi Strategis
USS Abraham LincolnLaut ArabSupremasi Laut & Udara
USS Gerald R. FordMenuju KawasanPenguatan Armada
Pengebom B-2Diego GarciaSerangan Jauh Strategis

Kebuntuan Diplomasi dan Analisis Risiko

Meskipun pejabat tinggi dari Washington dan Teheran telah bertemu dalam pembicaraan damai di Jenewa pada 17 Februari 2026, hasil negosiasi dilaporkan tidak membuahkan kesepakatan signifikan. Mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Mona Yacoubian, memperingatkan bahwa pengerahan militer masif ini berisiko menciptakan eskalasi yang sulit dibendung, terlepas dari strategi awal yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.

Perubahan kebijakan terkait Kepulauan Chagos ini menandai pergeseran prioritas Washington yang lebih mengutamakan stabilitas keamanan regional dan strategic depth militer dibandingkan penyelesaian sengketa kedaulatan wilayah. Analisis mengenai pergerakan militer ini didasarkan pada pernyataan resmi Gedung Putih dan laporan pemantauan aset pertahanan yang dirilis pada 19 Februari 2026.