Internasional

AS dan Israel Kerahkan Serangan Udara Presisi, Hancurkan Pusat Komando IRGC di Teheran

Militer Amerika Serikat (AS) dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan terkoordinasi pada Minggu, 1 Maret 2026, yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Teheran. Aksi ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik regional, dengan AS menyatakan penghancuran markas besar IRGC sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas.

Operasi Militer dan Klaim Pihak Terlibat

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi penghancuran markas besar IRGC, menyebutnya sebagai langkah krusial dalam operasi militer yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Iran. Centcom menegaskan kapabilitas militer AS, menyatakan bahwa “Amerika memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar,” seraya menyinggung riwayat panjang konflik bilateral.

Secara paralel, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merilis rekaman udara yang diklaim menunjukkan serangan presisi terhadap Markas Besar Thar-Allah milik IRGC di Teheran. Fasilitas ini, menurut IDF, merupakan pusat komando utama untuk keamanan ibu kota Iran dan menjadi target kunci dalam “Operation Roaring Lion”.

Target Strategis dan Implikasi Keamanan

Markas Besar Thar-Allah diidentifikasi sebagai komando IRGC yang bertanggung jawab mengawasi keamanan wilayah Teheran dan melapor langsung kepada komandan tertinggi Garda Revolusi. Selain fungsi keamanan formal, markas tersebut juga berperan dalam penindakan aksi protes domestik di Iran, menurut laporan Iran International.

Serangan udara Israel juga menyasar markas intelijen IRGC, markas angkatan udara IRGC, serta markas keamanan internalnya. IDF, dalam keterangan yang dikutip Jerusalem Post, menyatakan bahwa salah satu lokasi yang diserang digunakan IRGC untuk mengelola dan melancarkan aksi terhadap Israel dan negara-negara Timur Tengah lainnya, sementara lokasi lain dipakai intelijen Iran dalam mengelola operasi militer.

Analisis mengenai operasi militer ini didasarkan pada pernyataan resmi Komando Pusat AS (Centcom) dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang dirilis pada 1 Maret 2026, serta laporan dari media internasional seperti AFP, Iran International, dan Jerusalem Post.