Internasional

AS dan Israel Targetkan Kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Hancurkan Kompleks Beit-e Rahbari dengan Amunisi Penghancur Bunker

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terkoordinasi terhadap target di Iran, termasuk kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Beit-e Rahbari, di Teheran. Insiden ini memicu eskalasi ketegangan signifikan di kawasan dan menandai penggunaan amunisi penghancur bunker dalam operasi militer tersebut.

Detail Serangan dan Kerusakan Infrastruktur

Citra satelit terbaru yang diperoleh dari Airbus Defence and Space, seperti dilaporkan New York Times, memperlihatkan kehancuran total pada bangunan utama di kompleks Beit-e Rahbari. Kompleks ini tidak hanya berfungsi sebagai kediaman pribadi Khamenei, tetapi juga merupakan lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran.

Berdasarkan analisis foto udara, struktur bangunan utama yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah. Para ahli mengindikasikan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker. Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran

Meskipun kompleks kediamannya mengalami kerusakan parah, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan selamat dari serangan tersebut. Seorang pejabat Iran mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Khamenei tidak berada di Teheran saat serangan terjadi. Ia disebutkan telah dipindahkan ke sebuah lokasi rahasia yang dianggap lebih aman, meskipun otoritas Iran belum mengungkap secara pasti keberadaan sang pemimpin tertinggi tersebut.

Latar Belakang dan Pernyataan Resmi

Serangan udara AS dan Israel ini memicu ledakan di ibu kota Teheran dan segera diikuti oleh pengerahan keamanan besar-besaran di distrik Pasteur, lokasi kompleks Beit-e Rahbari. Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan yang disebutnya sebagai upaya untuk menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.

Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini secara spesifik menargetkan situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer guna menghindari korban jiwa. Serangan ini disebut-sebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara Amerika Serikat dan Israel.

Analisis mengenai kerusakan dan operasional militer ini didasarkan pada citra satelit dari Airbus Defence and Space yang dikutip New York Times, serta pernyataan resmi dari pejabat Iran kepada Reuters dan unggahan Presiden AS.