TEHERAN – Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan udara terkoordinasi terhadap target di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, memicu ledakan signifikan di ibu kota Teheran dan meningkatkan ketegangan geopolitik di seluruh kawasan. Operasi militer ini dilaporkan menewaskan Ali Shamkhani, 70 tahun, Sekretaris Dewan Pertahanan Iran dan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, sebuah insiden yang berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut.
Laporan Kematian Pejabat Kunci dan Latar Belakang
Penilaian intelijen Israel, sebagaimana dikutip oleh News18, mengindikasikan bahwa Ali Shamkhani kemungkinan besar tewas dalam serangan udara tersebut. Shamkhani dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam struktur keamanan Iran, dengan peran sentral dalam program nuklir negara itu dan sebagai penasihat dekat Ayatollah Ali Khamenei.
Ini bukan kali pertama Shamkhani menjadi target. Menurut Al Jazeera, mantan Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ini pernah selamat dari serangan serupa terhadap kediamannya di Teheran tahun lalu, selama konflik 12 hari dengan Israel. Karier militer dan politiknya mencakup posisi Wakil Panglima Tertinggi IRGC pada 1982, Menteri IRGC pada 1988, dan kemudian memimpin angkatan laut reguler serta angkatan laut IRGC. Ia juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan dari 1997 hingga 2005 di bawah Presiden Mohammad Khatami, dan terlibat dalam implementasi perjanjian nuklir pada 2015. Setelah mengakhiri masa jabatannya di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi pada 2023, ia diangkat sebagai penasihat politik untuk Khamenei.
Operasi Militer AS-Israel dan Respon Teheran
Serangan pada Sabtu tersebut merupakan bagian dari operasi tempur yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui pernyataan video. Trump menegaskan tujuan operasi ini adalah untuk menghilangkan “ancaman yang akan segera terjadi” dari Iran. Laporan lapangan menunjukkan kepulan asap tebal di atas distrik Pasteur, Teheran, area yang diketahui menjadi lokasi kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menyusul insiden tersebut, otoritas Iran segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota. Pihak Amerika Serikat dan Israel secara konsisten menyatakan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer strategis. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan kepada warga sipil Iran untuk menjauhi infrastruktur militer guna meminimalkan potensi korban jiwa. Serangan ini disebut sebagai hasil perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara Washington dan Tel Aviv, mengindikasikan tingkat koordinasi strategis yang tinggi.
Analisis mengenai serangan udara dan laporan kematian pejabat senior ini didasarkan pada penilaian intelijen yang dipublikasikan oleh media internasional serta pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dan Pasukan Pertahanan Israel yang dirilis pada Minggu, 01 Maret 2026.