Internasional

AS-Israel: Serangan Presisi Targetkan Jantung Kepemimpinan Iran di Teheran

Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, berhasil menargetkan jantung kepemimpinan Iran di Teheran, menandai eskalasi signifikan dalam dinamika keamanan regional. Operasi ini, yang diklaim melumpuhkan sebagian besar elite pertahanan Iran, didahului oleh pemantauan ekstensif terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei oleh Central Intelligence Agency (CIA) selama berbulan-bulan.

Latar Belakang Intelijen CIA

Menurut laporan yang beredar, CIA berhasil mengidentifikasi lokasi presisi serta pola perilaku Ayatollah Ali Khamenei dengan tingkat akurasi tinggi. Informasi intelijen krusial ini mengungkap rencana pertemuan rahasia pejabat tinggi Iran yang akan berlangsung pada Sabtu pagi di kompleks kepemimpinan Teheran, dengan kehadiran Khamenei dipastikan. Kemampuan intelijen Washington dilaporkan meningkat drastis sejak konflik 12 hari pada Juni tahun lalu, memungkinkan pemahaman mendalam tentang pola komunikasi dan pergerakan Garda Revolusi Iran (IRGC) di bawah tekanan.

Kronologi Operasi Gabungan

Awalnya, Washington dan Tel Aviv merencanakan serangan pada malam hari. Namun, menyusul informasi intelijen terbaru mengenai pertemuan tersebut, waktu operasi diubah untuk memaksimalkan peluang melumpuhkan seluruh jajaran elite pertahanan Iran secara simultan. CIA meneruskan data lokasi presisi ini kepada militer Israel, yang kemudian mengeksekusi operasi penargetan presisi tersebut.

Operasi dimulai sekitar pukul 06.00 pagi waktu Israel saat jet-jet tempur lepas landas dengan persenjataan amunisi jarak jauh yang sangat akurat. Pukul 09.40 waktu Teheran, rudal-rudul tersebut menghantam kompleks pemerintahan yang menaungi kantor kepresidenan, pemimpin tertinggi, serta Dewan Keamanan Nasional Iran, saat para pejabat senior keamanan tengah berkumpul. Meskipun Iran telah bersiap menghadapi potensi konflik, Israel diklaim berhasil mencapai “kejutan taktis” melalui serangan serentak di beberapa titik lokasi pertemuan tokoh politik dan keamanan senior.

Korban dan Dampak Strategis

Kantor berita negara Iran, IRNA, pada Minggu, 1 Maret 2026, mengonfirmasi kematian dua petinggi militer yang menjadi target utama: Laksamana Muda Ali Shamkhani dan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour. Selain kompleks kepemimpinan, serangan lanjutan juga menyasar lokasi persembunyian para perwira intelijen utama Iran. Meskipun pejabat intelijen tertinggi dilaporkan berhasil meloloskan diri, jajaran senior badan intelijen Iran disebut telah terdampak signifikan.

Operasi ini juga menyoroti kegagalan para pemimpin Iran untuk mengambil tindakan pencegahan yang memadai, meskipun Israel dan AS telah mengirimkan sinyal yang jelas mengenai persiapan perang. Insiden ini berpotensi memicu ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Analisis mengenai operasi intelijen dan pergerakan militer ini didasarkan pada laporan intelijen publik dan pernyataan resmi dari sumber-sumber yang dekat dengan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dan Israel, serta konfirmasi dari kantor berita negara Iran IRNA pada 1 Maret 2026.