Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Senin, 02 Maret 2026, membantah keras klaim Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menyatakan telah menembakkan empat rudal balistik ke kapal induk AS, USS Abraham Lincoln (CVN-72), di perairan Teluk. Bantahan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan regional dan operasi militer gabungan yang melibatkan AS dan Israel di kawasan tersebut.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di platform X, CENTCOM menegaskan bahwa tidak ada rudal Iran yang mendekati atau mengenai kapal induk AS. “Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menyerang USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik. Bohong,” demikian pernyataan CENTCOM. “Kapal Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran.”
Klaim dan Bantahan Resmi
Klaim IRGC sebelumnya disampaikan dalam komunikasi ketujuh terkait Operasi “True Promise 4”, yang dirilis oleh Kantor Humas IRGC dan disiarkan oleh Tasnim News Agency. Menurut laporan tersebut, empat rudal balistik diklaim telah diluncurkan menuju USS Abraham Lincoln. Namun, CENTCOM dengan tegas menolak validitas klaim ini, menekankan bahwa informasi tersebut tidak berdasar dan merupakan disinformasi.
Status Operasional USS Abraham Lincoln
CENTCOM lebih lanjut mengonfirmasi bahwa USS Abraham Lincoln tetap beroperasi secara normal dan melanjutkan misinya di kawasan tersebut. Kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz ini, dengan panjang 333 meter dan kapasitas angkut hingga 100.000 ton, mampu membawa hingga 65 pesawat tempur serta berbagai sistem persenjataan canggih.
USS Abraham Lincoln dikerahkan ke kawasan Teluk pada akhir Januari sebagai bagian dari langkah penguatan militer AS. Penempatan ini, yang oleh Presiden Donald Trump disebut sebagai “armada” untuk berjaga-jaga, bertujuan untuk memberikan deterensi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. “Lincoln terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye tanpa henti CENTCOM dalam membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” tambah pernyataan CENTCOM.
Konteks Geopolitik Regional
Insiden klaim serangan rudal ini terjadi di tengah operasi gabungan AS–Israel terhadap Iran yang telah memasuki hari kedua. Laporan intelijen publik mengindikasikan bahwa serangan tersebut telah menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Ali Khamenei. Sebagai respons, Teheran dilaporkan melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan aset AS serta negara-negara Teluk lainnya, memperkeruh dinamika keamanan regional.
Analisis mengenai pergerakan militer dan klaim serangan ini didasarkan pada pernyataan resmi United States Central Command (CENTCOM) dan laporan dari Kantor Humas IRGC yang disiarkan oleh Tasnim News Agency, serta informasi tambahan dari Al Arabiya yang dirilis pada 01 Maret 2026.