Teknologi

Dinamika Jaringan Telkomsel: Strategi AI dan ML Hadapi Lonjakan Trafik RAFI 2026

Menjelang momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026, Telkomsel memproyeksikan lonjakan signifikan pada trafik payload internet, dengan estimasi mencapai 70,85 petabyte (PB). Angka ini, yang diprediksi terjadi pada H+3 Idul Fitri 2026, merepresentasikan peningkatan 11,1 persen dari hari normal dan pertumbuhan 5,2 persen dibandingkan periode RAFI 2025.

Prediksi Lonjakan Trafik dan Perilaku Digital

Peningkatan masif ini didorong oleh beragam aktivitas digital masyarakat. Vice President Global Network Operations Telkomsel, Juanita Erawati, dalam konferensi pers Telkomsel Siaga RAFI 2026 di Telkomsel Smart Office, Jakarta Selatan, pada Rabu (25/2/2026), mengidentifikasi e-commerce sebagai kontributor terbesar dengan pertumbuhan diprediksi mencapai 27,91 persen.

Selain itu, online gaming (19,27 persen), video streaming (18,61 persen), media sosial (10,26 persen), dan komunikasi (1,93 persen) juga turut menyumbang pada lonjakan trafik. Angka 70,85 PB setara dengan 70.850 terabyte atau 70.850.000 gigabyte, yang dapat diilustrasikan sebagai sekitar 23 juta jam streaming video berkualitas HD.

Sementara itu, layanan suara diperkirakan mencapai 159,9 juta menit (naik 1,4 persen) dan SMS sebanyak 36,78 juta (meningkat 11,2 persen).

Distribusi Peningkatan Payload Regional

Secara regional, Area 3 operasional Telkomsel, yang mencakup Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB (Jawa Balnus), diproyeksikan mengalami peningkatan payload tertinggi hingga 17,2 persen. Area 1 (Sumatera) diprediksi naik 10,2 persen, Area 2 (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat) 7,3 persen, dan Area 4 (Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan) 11 persen.

Strategi Optimalisasi Jaringan Berbasis AI

Untuk mengantisipasi dan menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan trafik ini, Telkomsel telah mengimplementasikan strategi optimalisasi jaringan yang komprehensif. Perusahaan telah mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas (Point of Interest/POI) nasional.

Titik-titik prioritas ini meliputi:

  • 253 titik Area Khusus
  • 143 titik Pemukiman
  • 48 titik Transportasi
  • 45 titik Rute Mudik
  • 14 titik Tempat Ibadah

Juanita Erawati menjelaskan bahwa penentuan POI ini didasarkan pada analisis Machine Learning (ML) yang semakin canggih. Model ML ini mampu menganalisis data pertumbuhan trafik dan potensi ekonomi untuk mengidentifikasi area dengan potensi kepadatan tinggi.

Teknologi Jaringan Canggih dan Kesiapan Infrastruktur

Lebih lanjut, Telkomsel juga mengadopsi Autonomous Network berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pemantauan jaringan end-to-end selama 24 jam penuh. Ini memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan dan menjaga stabilitas layanan.

Selain itu, 15 Posko Siaga Network dioperasikan dan 45 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) disiagakan di lokasi-lokasi strategis dengan potensi kepadatan tinggi. Infrastruktur jaringan Telkomsel saat ini didukung oleh sekitar 229.000 unit base transceiver station (BTS) 4G dan sekitar 5.400 BTS 5G yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Pengujian jaringan (drive test) juga telah dilakukan secara ekstensif di sepanjang jalur mudik untuk menjamin pengalaman pengguna yang optimal. Jalur drive test mencakup 10.530 km jalan utama, 4.167 km jalan tol, 3.453 km jalur kereta, 114 km jalur penyeberangan, dan 142 km jalur kereta cepat.

Komitmen Layanan dan Respons Pelanggan

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menegaskan bahwa seluruh persiapan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan layanan terbaik selama periode RAFI 2026. “Kami ingin melayani Ramadan sepenuh hati. Artinya, pelanggan bisa beribadah dengan tenang, bersilaturahmi dengan lancar, dan tetap terhubung tanpa khawatir soal jaringan,” ujar Susatyo.

Susatyo juga mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan kendala layanan yang mungkin ditemui di lapangan, khususnya selama arus mudik dan momen Lebaran, demi memastikan kepuasan pelanggan.