Ancaman Claude Code terhadap Bisnis Legacy IBM
Menurut laporan MarketWatch, tekanan terhadap saham IBM dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap terobosan kecerdasan buatan (AI) dari Anthropic. Perusahaan AI tersebut baru saja meluncurkan model AI terbarunya, Claude Code, yang diklaim mampu mengotomatisasi proses modernisasi sistem berbasis COBOL (Common Business-Oriented Language). COBOL, bahasa pemrograman yang diperkenalkan pada tahun 1960, masih menjadi tulang punggung sistem krusial di sektor perbankan, asuransi, transportasi, dan pemerintahan.
Selama ini, modernisasi sistem COBOL dikenal sangat kompleks, mahal, dan memakan waktu bertahun-tahun. Inilah celah pasar yang selama ini menjadi sumber keuntungan besar bagi IBM, baik melalui layanan konsultasi maupun bisnis infrastruktur mainframe seperti IBM Z, yang menopang sebagian besar sistem COBOL global. IBM bahkan melaporkan pertumbuhan pendapatan segmen mainframe sebesar 48 persen secara tahunan pada kuartal IV-2025, menunjukkan betapa kuatnya fondasi bisnis berbasis sistem legacy ini.
Anthropic mengklaim Claude Code dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sistem COBOL secara drastis. Model AI ini mampu memetakan dependensi ribuan baris kode, mengidentifikasi risiko yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi tim manusia, serta mempercepat proses modernisasi dari hitungan tahun menjadi hanya beberapa kuartal. Jika klaim ini terbukti efektif dan diadopsi secara luas, kebutuhan akan layanan konsultasi dan migrasi sistem tradisional dapat berkurang signifikan, berpotensi menekan model bisnis IBM yang sangat bergantung pada modernisasi sistem lawas.
Respon IBM dan Dinamika Pasar AI
Meskipun ancaman dari Claude Code masih baru dan belum ada kepastian penuh mengenai dampaknya, pasar tampaknya telah bereaksi. IBM sendiri tidak tinggal diam dalam pengembangan AI. Perusahaan ini telah mengembangkan solusi AI sendiri untuk modernisasi COBOL melalui platform bernama Watsonx. CEO IBM, Arvind Krishna, sebelumnya menyatakan bahwa Watsonx mampu membantu mengubah atau refactor kode COBOL menjadi Java, sekaligus mempermudah pemahaman sistem lama.
Namun, reaksi pasar menunjukkan bahwa ancaman dari Anthropic dinilai lebih disruptif. Apabila AI pihak ketiga seperti Claude Code dapat memangkas biaya dan waktu migrasi secara signifikan, margin layanan konsultasi IBM di masa depan berpotensi tertekan. Dinamika ini menyoroti pergeseran lanskap industri teknologi, di mana inovasi AI generatif tidak hanya menciptakan peluang baru tetapi juga menantang model bisnis yang telah mapan, memaksa raksasa teknologi untuk terus beradaptasi.