Internasional

Dinamika Politik Israel: Presiden Isaac Herzog Tinjau Pengampunan Netanyahu di Tengah Tekanan Donald Trump

Presiden Israel Isaac Herzog hingga saat ini belum memberikan keputusan terkait permohonan pengampunan yang diajukan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Langkah ini memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang secara terbuka mengkritik lambatnya proses hukum tersebut sebagai tindakan yang memalukan bagi otoritas kepresidenan Israel.

Proses Peninjauan Hukum di Kementerian Kehakiman

Kantor Kepresidenan Israel mengonfirmasi bahwa permohonan pengampunan Netanyahu saat ini sedang berada dalam tahap peninjauan teknis oleh Kementerian Kehakiman. Prosedur ini bertujuan untuk mendapatkan pendapat hukum yang objektif sebelum Presiden mengambil keputusan final sesuai dengan konstitusi yang berlaku.

Pihak kepresidenan menegaskan bahwa keputusan tersebut akan diambil secara independen tanpa adanya pengaruh dari tekanan eksternal maupun internal. Pernyataan resmi pada Kamis (12/2/2026) menekankan bahwa Presiden Herzog belum membuat keputusan apa pun, membantah spekulasi yang berkembang pasca pernyataan Trump.

Intervensi Diplomatik dan Tekanan Amerika Serikat

Ketegangan diplomatik meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan kritik tajam dalam konferensi pers di Gedung Putih. Trump menyebut Herzog sebagai sosok yang memalukan karena dianggap menghambat proses pengampunan bagi Netanyahu, yang merupakan sekutu strategis utamanya di Timur Tengah.

  • Oktober 2025: Trump mendesak pengampunan Netanyahu dalam pidato di parlemen Israel.
  • Surat Resmi: Trump mengirimkan korespondensi formal kepada Herzog untuk mempercepat proses hukum.
  • Februari 2026: Trump secara terbuka mengecam lambatnya respons dari otoritas Israel.

Status Hukum dan Dakwaan Korupsi Netanyahu

Benjamin Netanyahu saat ini masih menghadapi persidangan atas tiga kasus korupsi yang signifikan. Hal ini menjadikannya Perdana Menteri Israel pertama yang menjalani proses peradilan saat masih aktif menjabat. Rincian dakwaan tersebut meliputi:

Kategori KasusDeskripsi Dakwaan
Negosiasi MediaDugaan pengaturan pemberitaan yang menguntungkan dengan media nasional.
Gratifikasi MewahPenerimaan hadiah senilai 260.000 dollar AS dari pengusaha sebagai imbalan politik.
Penyalahgunaan WewenangTindakan yang dinilai merugikan integritas jabatan publik.

Analisis mengenai dinamika politik dan hukum ini didasarkan pada pernyataan resmi Kantor Kepresidenan Israel dan laporan korespondensi diplomatik yang dirilis hingga Februari 2026.