Internasional

Diplomasi Ekonomi Prabowo: Perkuat Kemitraan Strategis RI-AS Melalui Danantara dan Hilirisasi Mineral

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan manuver diplomasi ekonomi strategis dalam kunjungan resminya ke Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (18/2). Di hadapan para pemimpin korporasi global, Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas kawasan melalui penguatan ekonomi domestik dan keterbukaan terhadap investasi asing yang berorientasi pada nilai tambah.

Transformasi Sosial dan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam forum yang diselenggarakan oleh United States Chamber of Commerce, Presiden Prabowo memaparkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pilar demokratisasi akses kesehatan dan pendidikan. Program ini diproyeksikan menjangkau lebih dari 60 juta jiwa pada tahun pertama implementasinya dengan struktur operasional sebagai berikut:

  • Pembangunan 23.000 unit dapur mandiri di berbagai wilayah strategis.
  • Penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya di sektor UMKM dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
  • Integrasi rantai pasok pangan dari petani dan peternak domestik untuk menstimulus sektor agrikultur.

Danantara dan Akselerasi Hilirisasi Industri

Pemerintah Indonesia secara resmi memperkenalkan Danantara, sebuah lembaga pengelola investasi (Sovereign Wealth Fund) yang mengonsolidasikan aset negara untuk mendukung agenda hilirisasi. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan 18 proyek strategis nasional, terutama di sektor pengolahan mineral kritis yang menjadi tulang punggung industri masa depan.

Indonesia menekankan kepemilikan cadangan mineral strategis, termasuk logam tanah jarang (rare earth elements), yang menjadi komponen vital bagi industri teknologi global. Selain itu, Presiden mengonfirmasi rencana penandatanganan perjanjian perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat guna memperkuat akses pasar kedua negara.

Kepastian Hukum dan Komitmen Anti-Korupsi

Menanggapi kekhawatiran investor mengenai iklim usaha, Presiden Prabowo menegaskan langkah-langkah reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi secara sistemik. Fokus utama pemerintah meliputi penegakan hukum di sektor pertambangan ilegal, penangkapan ikan ilegal, serta perambahan hutan yang merugikan negara.

“Tidak ada yang akan berinvestasi dalam ketidakpastian. Indonesia tetap konsisten menjalankan kebijakan luar negeri bebas aktif dan menghormati dinamika kekuatan besar dunia,” ujar Presiden Prabowo.

Data menunjukkan realisasi investasi asing (FDI) ke Indonesia mencapai 53 miliar dollar AS pada tahun lalu, mencerminkan kepercayaan global terhadap resiliensi ekonomi nasional. Analisis mengenai penguatan kemitraan strategis ini didasarkan pada pernyataan resmi Sekretariat Presiden dan laporan forum bisnis US-ASEAN Business Council yang dirilis pada Februari 2026.