Internasional

Dokumen Departemen Kehakiman AS Ungkap Pejabat Kongres Terus Dekati Jeffrey Epstein Pasca-Hukuman

Dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026 mengungkapkan bahwa Jeffrey Epstein, seorang miliarder yang telah mengaku bersalah atas pelecehan seksual anak di bawah umur pada tahun 2008, tetap mempertahankan jaringan komunikasi dan akses ke lingkaran politik elite AS setelah menjalani masa hukumannya. Revelasi ini menyoroti kerentanan sistemik dalam integritas institusional dan dinamika kekuasaan di Washington, D.C., memicu pertanyaan serius tentang akuntabilitas pejabat publik.

Jaringan Akses Pasca-Hukuman

Setelah menjalani hukuman 13 bulan penjara, Epstein secara konsisten menerima berbagai undangan dari kalangan politik. Analisis dokumen oleh The Independent pada Senin (16/2/2026) menunjukkan bahwa undangan tersebut mencakup acara sarapan politik, gala ulang tahun, hingga kegiatan penggalangan dana yang digelar di kediaman miliarder di Manhattan. Sejumlah undangan dikirim melalui perantara, termasuk eksekutif hubungan masyarakat dan donatur besar yang memiliki relasi dengan Epstein.

Pada Januari 2011, Epstein menerima e-mail ajakan sarapan bersama anggota DPR baru dari Florida, Allen West, di sebuah hotel mewah di Manhattan. Surat tersebut menyebutkan kesempatan untuk mengeksplorasi pandangan tentang berbagai isu, termasuk belanja negara, utang nasional, pajak, pendidikan, ekonomi, Islam, dan Israel. Epstein membalas undangan tersebut secara singkat, menyatakan bahwa ia sedang berada di Karibia.

Dokumen juga mencatat upaya staf firma penggalangan dana politik pada Juli 2012 untuk mengatur makan siang antara Epstein dengan anggota DPR Martin Heinrich di New York City. Upaya serupa dilakukan terkait anggota DPR Diana DeGette dari Colorado melalui seorang perantara, yang mengundang Epstein ke Gala NYStemcellFoundation.

Respon Pejabat dan Implikasi Etika

Nama-nama tokoh politik terkemuka muncul dalam dokumen tersebut, di antaranya pemimpin Majelis Rendah Hakeem Jeffries, pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer, serta Senator Martin Heinrich. Miliarder Mortimer Zuckerman, pemilik The New York Daily News dan US News & World Report, juga disebut dalam korespondensi e-mail, mengindikasikan bahwa Senator Schumer kemungkinan akan hadir dalam pertemuan yang diatur Zuckerman.

Menanggapi penyebutan namanya, juru bicara anggota DPR Nicole Malliotakis menegaskan bahwa anggota Kongres tersebut tidak pernah bertemu Epstein, tidak mengundangnya ke acara apa pun, dan tidak pernah menerima donasi darinya. Demikian pula, juru bicara DeGette menyatakan bahwa Epstein tidak menghadiri penggalangan dana yang di-e-mail-kan lebih dari satu dekade lalu, dan anggota DPR DeGette tidak pernah menerima kontribusi kampanye dari Epstein, serta sangat mendukung dirilisnya seluruh dokumen Epstein.

Jaringan komunikasi Epstein juga melampaui Capitol Hill, mencakup upaya menjalin kontak dengan mantan anggota Kongres seperti George Mitchell dan Bob Kerrey. Nama-nama profil tinggi lain, seperti mantan CEO PayPal Peter Thiel dan mantan Direktur CIA Bill Burns, turut disebut dalam jaringan komunikasi tersebut, memperlihatkan luasnya relasi Epstein.

Dampak Strategis terhadap Kepercayaan Publik

Terus berlanjutnya interaksi antara seorang terpidana kasus pelecehan seksual dengan pejabat publik, bahkan setelah pengakuan bersalahnya, menimbulkan pertanyaan serius tentang standar etika dan integritas dalam sistem politik AS. Situasi ini berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan dan menyoroti kerentanan akses politik terhadap individu yang seharusnya dihindari.

Analisis mengenai jaringan komunikasi Jeffrey Epstein ini didasarkan pada dokumen internal Departemen Kehakiman AS yang dirilis pada Februari 2026, serta laporan investigasi oleh The Independent pada Senin, 16 Februari 2026. Temuan ini menggarisbawahi urgensi peninjauan ulang standar etika dan akses dalam lingkaran politik AS.