Internasional

Duta Besar AS: Klaim Hak Teritorial Israel di Timur Tengah Picu Kecaman Kolektif Negara-negara Arab

Gelombang kecaman dari negara-negara Arab dan dunia Islam meluas setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengeklaim bahwa Israel memiliki hak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah berdasarkan Alkitab. Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Huckabee, seorang mantan pendeta Baptis, dalam sebuah siniar (podcast) milik komentator sayap kanan, Tucker Carlson, yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026.

Latar Belakang Pernyataan Kontroversial

Dalam wawancara tersebut, Carlson mempertanyakan tafsir sebuah ayat Alkitab yang sering diartikan bahwa wilayah Israel mencakup tanah di antara Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Suriah dan Irak. Menanggapi hal ini, Huckabee menyatakan, “Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya. Israel tidak meminta untuk mengambil semuanya. Itu adalah pernyataan yang agak berlebihan.” Pernyataan ini segera memicu reaksi keras di tingkat regional.

Gelombang Kecaman Regional dan Internasional

Reaksi keras memuncak pada Minggu, 22 Februari 2026, ketika sejumlah negara Arab dan Muslim mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk komentar diplomat AS tersebut sebagai pernyataan yang berbahaya dan provokatif. Pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) tersebut ditandatangani oleh aliansi besar, termasuk Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Lebanon, Suriah, Palestina, Indonesia, Pakistan, dan Turki.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) turut membubuhkan tanda tangan. Aliansi tersebut menegaskan bahwa komentar Huckabee bertentangan dengan Piagam PBB dan dinilai merusak upaya deeskalasi perang di Gaza serta menghambat solusi politik yang komprehensif di kawasan.

Iran turut bergabung dalam kecaman tersebut, melalui Kementerian Luar Negeri, menuduh keterlibatan aktif AS dalam perang agresi Israel terhadap Palestina. Sebelumnya, beberapa negara Arab telah mengeluarkan kecaman sepihak:

  • Arab Saudi menggambarkan pernyataan duta besar tersebut sebagai ceroboh dan tidak bertanggung jawab.
  • Yordania mengatakan pernyataan itu adalah serangan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan tersebut.
  • Kuwait mengecam apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.
  • Oman menuding komentar tersebut mengancam prospek perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
  • Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan kembali bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab lainnya.
  • Otoritas Palestina menyatakan, pernyataan itu bertentangan dengan penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap aneksasi Tepi Barat oleh Israel.

Reaksi Internal dan Konteks Politik

Pada Sabtu, 21 Februari 2026, Huckabee menerbitkan dua unggahan di platform X yang lebih memperjelas posisinya tentang topik lain dalam wawancara tersebut, namun tidak membahas pernyataannya tentang ayat Alkitab. Sementara itu, Ketua Parlemen Israel, Amir Ohana, memuji Huckabee atas sikap pro-Israel secara umum dalam wawancara tersebut dan menuduh Carlson melakukan kebohongan dan manipulasi. Carlson sendiri baru-baru ini menghadapi tuduhan antisemitisme, khususnya setelah wawancara panjang dan tanpa kritik dengan Nick Fuentes, seorang nasionalis kulit putih.

Analisis mengenai pernyataan diplomatik ini didasarkan pada laporan media internasional, pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri negara-negara anggota Liga Arab dan OKI, serta transkrip siniar yang dirilis pada 20 Februari 2026.