Otoritas keamanan Israel mulai menerapkan serangkaian pembatasan akses ketat di kompleks Masjid Al Aqsa menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Langkah ini ditandai dengan pelarangan masuk terhadap Imam senior, Syekh Muhammad Al Abbasi, serta puluhan staf administrasi dari Waqf Islam, badan yang dikelola Yordania untuk mengelola situs suci tersebut. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya tensi keamanan di wilayah Yerusalem Timur yang dianeksasi.
Restriksi Akses dan Kebijakan Perizinan Keamanan
Kepolisian Israel telah merekomendasikan penerbitan 10.000 izin bagi warga Palestina dari Tepi Barat untuk memasuki Yerusalem. Namun, implementasi di lapangan menunjukkan adanya kriteria usia yang ketat guna memitigasi risiko mobilisasi massa. Berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Yerusalem, izin masuk diprioritaskan bagi pria di atas usia 55 tahun dan perempuan di atas 50 tahun, mengulangi pola restriksi yang diterapkan pada tahun sebelumnya.
- Pelarangan masuk terhadap Imam senior selama tujuh hari dengan opsi perpanjangan tanpa penjelasan resmi.
- Pembatasan izin bagi warga Tepi Barat berdasarkan kategori usia dan verifikasi keamanan.
- Pencegahan mobilisasi logistik untuk persiapan fasilitas ibadah di area kompleks.
Hambatan Operasional dan Manajemen Situs Suci
Selain pembatasan terhadap jamaah, otoritas Israel dilaporkan menghalangi upaya Waqf Islam dalam melakukan persiapan teknis rutin. Larangan tersebut mencakup pemasangan struktur peneduh dan pendirian klinik medis darurat di dalam kompleks untuk melayani ratusan ribu peziarah. Data internal menunjukkan sebanyak 33 karyawan Waqf dilarang memasuki area tersebut, yang secara signifikan menghambat koordinasi manajemen situs menjelang puncak arus kedatangan warga.
Dinamika Status Quo dan Risiko Geopolitik
Situasi di Yerusalem Timur tetap rentan menyusul kekhawatiran akan pengikisan status quo yang telah berlaku sejak 1967. Meskipun Israel secara resmi menyatakan komitmen untuk mempertahankan aturan yang melarang umat Yahudi berdoa di kompleks tersebut, peningkatan kunjungan kelompok ultranasionalis dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi titik api diplomasi pertahanan di kawasan.
| Kategori Kebijakan | Detail Teknis 2026 |
|---|---|
| Kuota Izin Tepi Barat | 10.000 Personel |
| Batas Usia Pria | Di atas 55 Tahun |
| Batas Usia Wanita | Di atas 50 Tahun |
| Status Staf Waqf | 33 Personel Dilarang Masuk |
Analisis mengenai dinamika keamanan dan pergerakan di kompleks Al Aqsa ini didasarkan pada laporan resmi Kepolisian Israel, pernyataan Waqf Islam, dan data lapangan yang dihimpun hingga 18 Februari 2026.