Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) pada Senin (2/3/2026) mengklaim telah menghancurkan 11 kapal Iran yang beroperasi di Teluk Oman. Klaim ini disampaikan melalui platform media sosial X, menandai eskalasi signifikan dalam ketegangan maritim di kawasan strategis tersebut, menyusul operasi militer gabungan AS-Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).
Klaim Centcom dan Dinamika Maritim
Centcom secara eksplisit menyatakan, “Dua hari lalu, rezim Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman. Hari ini, mereka memiliki nol.” Pernyataan ini menegaskan dugaan keberhasilan operasi militer yang menargetkan aset angkatan laut Iran. Komando tersebut juga menuduh Iran telah mengganggu dan menyerang pelayaran internasional di Teluk Oman selama beberapa dekade, berjanji untuk terus mempertahankan kebebasan navigasi maritim.
Teluk Oman merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak global, menghubungkan Laut Arab dengan Selat Hormuz. Insiden sebelumnya di kawasan ini seringkali memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi dan keamanan regional.
Pernyataan Pejabat Tinggi dan Respon Teheran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya pada Minggu (1/3/2026) telah mengumumkan penenggelaman sembilan kapal angkatan laut Iran, yang kemudian diperbarui menjadi 10 kapal pada Senin. Trump juga mengklaim bahwa markas angkatan laut Iran sebagian besar telah dihancurkan, memberikan indikasi skala operasi yang lebih luas.
Operasi militer gabungan AS-Israel yang mendahului klaim ini dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Insiden ini menandai peningkatan drastis dalam konflik bayangan antara kedua belah pihak.
Hingga Rabu, 04 Maret 2026, Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kerugian kapal-kapal tersebut. Teheran sebelumnya membalas serangan dengan melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer Amerika Serikat, menunjukkan potensi siklus eskalasi.
Analisis Strategis dan Implikasi Regional
Insiden ini berpotensi mengubah dinamika kekuatan maritim di Teluk Oman dan memicu respons lebih lanjut dari Iran serta sekutunya. Kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis ini menjadi fokus utama bagi komunitas internasional.
Analisis mengenai klaim penghancuran kapal ini didasarkan pada pernyataan resmi Komando Pusat AS (Centcom) yang dirilis pada Senin, 2 Maret 2026, serta laporan dari Anadolu Agency. Informasi mengenai operasi gabungan AS-Israel dan respons Iran merujuk pada laporan media internasional dan pernyataan pejabat terkait.