Internasional

Etika Kecerdasan Buatan: Paus Leo XIV Peringatkan Risiko AI terhadap Integritas Spiritual dan Disiplin Klerus Global

Paus Leo XIV telah mengeluarkan arahan tegas kepada para klerus Keuskupan Roma, melarang penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT untuk menyusun khotbah atau homili. Pernyataan ini menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan iman yang dihayati maupun pengalaman pribadi seorang pelayan gereja, sebuah posisi yang menyoroti integritas spiritual di era digital.

Arahan Pastoral dan Integritas Klerus

Dalam pertemuan dengan para imam, Paus pertama dari Amerika Serikat itu secara eksplisit menyebut penggunaan AI dalam penulisan khotbah sebagai “godaan”. Ia memperingatkan bahwa kebiasaan menyerahkan tugas penulisan khotbah kepada bot berpotensi melemahkan disiplin intelektual seorang imam atau pastor.

Paus Leo XIV menekankan analogi otot tubuh: “Seperti semua otot dalam tubuh, jika kita tidak menggunakannya, jika kita tidak menggerakkannya, otot itu akan mati. Otak perlu digunakan, jadi kecerdasan kita juga harus sedikit dilatih agar tidak kehilangan kapasitas ini.” Arahan ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan intelektual dan spiritual pribadi dalam pelayanan pastoral.

Fondasi Teologis dan Pengalaman Iman

Paus Robert Francis Prevost, nama asli Paus Leo XIV, menegaskan bahwa esensi khotbah adalah berbagi iman, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh AI. “Memberikan khotbah yang benar adalah berbagi iman, (AI) tidak akan pernah bisa berbagi iman,” ujarnya.

Menurutnya, keaslian khotbah tidak hanya terletak pada struktur atau teknik penyampaian, melainkan berakar pada keyakinan dan pengalaman pribadi dalam menjalani iman. Ia menambahkan, “Jika kita dapat menawarkan pelayanan yang terintegrasi dengan budaya di tempat tersebut, di paroki tempat kita bekerja, orang-orang ingin melihat iman Anda, pengalaman Anda dalam mengenal dan mengasihi Yesus Kristus.”

Konteks Lebih Luas: Etika AI dalam Relasi Manusia

Pernyataan Paus ini merupakan bagian dari perhatiannya yang lebih luas terhadap perkembangan teknologi dan etika kecerdasan buatan. Sebelumnya, ia juga menyoroti kemunculan pesat chatbot AI dan influencer virtual.

Paus Leo XIV secara konsisten mengingatkan bahwa perangkat-perangkat tersebut berisiko menggantikan relasi manusia yang tulus apabila tidak digunakan secara bijak. Peringatan ini mencerminkan kekhawatiran Vatikan terhadap dampak teknologi pada dimensi spiritual dan sosial kehidupan manusia.

Analisis mengenai arahan pastoral ini didasarkan pada laporan Vatican News dan Express Tribune yang dirilis pada Sabtu, 27 Februari 2026.